WNA Kontak Erat Klaster Hantavirus Kapal Pesiar di Jakarta Negatif, Kemenkes Pastikan Belum Ada HPS di RI

tvonenews.com
18 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan seorang warga negara asing (WNA) yang tinggal di Jakarta dan sempat menjadi kontak erat kasus Hantavirus dari klaster kapal pesiar MV Hondius dinyatakan negatif.

Pemerintah menegaskan hingga saat ini Indonesia belum menemukan kasus Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) seperti yang terjadi pada kasus kapal pesiar internasional tersebut.

Plt. Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan dr. Andi Saguni mengungkapkan informasi mengenai keberadaan kontak erat di Indonesia pertama kali diterima dari International Health Regulations National Focal Point (IHR NFP) Inggris.

“Orang tersebut merupakan kontak erat (KE) dari kasus konfirmasi kapal pesiar
MV Hondius,” ucap Andi dalam Konferensi Pers Kewaspadaan Penyakit Virus Hanta, dikutip Selasa (12/5/2026).

Menurut Andi, kontak erat itu terjadi ketika WNA tersebut berada dalam satu penerbangan dengan kasus kedua asal Saint Helena menuju Johannesburg, Afrika Selatan.

Setelah notifikasi diterima pada 7 Mei 2026, Kemenkes langsung bergerak melakukan pelacakan dan pemeriksaan epidemiologi.

Pada 8 Mei 2026 pukul 10.00 WIB, tim Kemenkes melakukan investigasi awal terhadap kontak erat tersebut.

Pemerintah juga melakukan koordinasi lintas lembaga bersama WHO, RSPI Sulianti Saroso, Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLBK), serta Dinas Kesehatan DKI Jakarta secara daring guna mempercepat penanganan.

Sehari kemudian, tepatnya 9 Mei 2026, kontak erat tersebut dibawa ke RSPI Sulianti Saroso untuk pengambilan spesimen sekaligus pemeriksaan lanjutan guna memastikan potensi penularan.

“Pemeriksaan spesimen di BBLBK, hasil negatif Hantavirus tipe HPS dan HFRS,” jelasnya.

Meski hasil pemeriksaan dinyatakan negatif, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan menyusul adanya laporan penyebaran Hantavirus di sejumlah negara.

Kemenkes mencatat selama periode 2024 hingga 2026 terdapat 23 kasus positif Hantavirus di Indonesia.

Namun demikian, Andi kembali menegaskan seluruh kasus yang ditemukan di Indonesia bukan tipe Andes Virus yang dapat menular antarmanusia, melainkan Seoul Virus yang penularannya berasal dari tikus atau celurut melalui paparan ekskresi dan sekresi hewan tersebut.

“Walau begitu, belum ada temuan HPS di Indonesia berbeda dengan yang di Kapal Pesiar MV Hondius,” tegasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia sendiri tersebar di sembilan provinsi dengan jumlah terbanyak ditemukan di DKI Jakarta dan DIY.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPR Minta Pemerintah Angkat Guru Honorer Jadi PNS Secara Bertahap
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Dear Anker, KRL Green Line Serpong-Tanah Abang Alami Gangguang: Penumpang Dialihkan ke Kereta Lain
• 20 jam laludisway.id
thumb
Polda Jabar Ringkus 13 Perusuh May Day di Bandung, Sita Molotov hingga Atribut Kelompok Tertentu
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Alphabet dan Amazon Cari Utang di Luar AS demi Biayai Proyek AI
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Dapur MBG di Jakbar yang Disidak KSP Dudung Belum Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
• 11 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.