Redam Harga, AS Akan Pinjamkan 53,3 Juta Barel Minyak dari Cadangan Strategis

kumparan.com
18 jam lalu
Cover Berita

Presiden Trump pada hari Senin menyatakan akan meminjamkan 53,3 juta barel minyak mentah dari Cadangan Minyak Strategis (SPR) milik AS kepada perusahaan-perusahaan energi.

Keputusan ini sebagai bagian dari kesepakatan global untuk menenangkan pasar akibat harga minyak yang melonjak imbas perang AS-Israel melawan Iran.

Mengutip Reuters, sembilan perusahaan termasuk Exxon Mobil, Trafigura, dan Marathon Petroleum Company, meminjam sekitar 58 persen dari 92,5 juta barel yang bulan lalu ditawarkan oleh Kementerian Energi untuk dipinjamkan dari SPR.

“Pada awal tahun ini, DOE sudah terlebih dahulu meminjamkan sekitar 80 juta barel dari SPR, sebagai upaya untuk melepas total 172 juta barel,” tulis laporan Reuters, seperti yang dikutip kumparan, Selasa (12/5).

AS menyepakati jumlah yang lebih besar tersebut pada Maret lalu, dalam sebuah pakta bersama lebih dari 30 negara anggota Badan Energi Internasional (IEA), untuk melepaskan total sekitar 400 juta barel minyak.

Redam Gejolak Harga

Kesepakatan ini merupakan upaya untuk meredakan harga minyak dan bahan bakar yang terdorong naik akibat Iran menutup Selat Hormuz.

Kepala IEA, Fatih Birol, menyatakan perang ini telah menciptakan krisis energi terbesar yang pernah ada dalam sejarah.

“Jika gangguan pasokan akibat perang terus berlanjut, IEA siap melepaskan minyak tambahan dari cadangan strategisnya, kata Birol pada 7 Mei. Sejauh ini, negara-negara anggota telah melepaskan 20 persen dari cadangan yang tersedia,” kata Fatih.

Harga bahan bakar yang meroket menjadi risiko bagi sesama Partai Republik milik Presiden Donald Trump, yang sedang berkampanye untuk mempertahankan mayoritas tipis mereka di Kongres AS dalam pemilu paruh waktu November mendatang.

Harga bensin AS mencapai rata-rata USD 4,52 per galon per hari pada Senin (11/5), tertinggi sejak 2022 menurut data klub otomotif AAA.

Kementerian Energi meminjamkan minyak dari SPR kepada perusahaan-perusahaan yang akan mengembalikannya dalam bentuk minyak mentah, dengan premium hingga 24 persen.

Kementerian menyatakan sistem ini akan membantu menstabilkan pasar tanpa biaya bagi pembayar pajak AS. Cadangan minyak yang disimpan di dalam gua-gua di empat lokasi di pesisir Texas dan Louisiana, saat ini menampung sekitar 384 juta barel atau lebih sedikit dari jumlah yang dikonsumsi dunia dalam empat hari.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Danantara Buka Peluang Akuisisi Saham Weda Bay dari Eramet
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Satgas PASTI Hentikan Magento, Diduga Jalankan Investasi Bodong Bermodus Impersonasi
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Kapal Angkut WNI Tenggelam di Perairan Malaysia, 14 Masih Hilang
• 12 jam laluviva.co.id
thumb
Menhut Ajak Investor Global Danai Rehabilitasi 12 Juta Hektare Lahan Kritis
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Puan Sampaikan Duka untuk Korban Laka Kereta Bekasi Timur-Gugurnya Praka Rico
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.