BI Luncurkan Kalkulator Hijau Versi 2, Dukung Ekonomi Rendah Karbon

idxchannel.com
17 jam lalu
Cover Berita

BI meluncurkan Kalkulator Hijau versi 2 pada Selasa (12/5/2026) sebagai langkah strategis untuk memperkuat standar penghitungan emisi karbon di sektor keuangan.

BI Luncurkan Kalkulator Hijau Versi 2, Dukung Ekonomi Rendah Karbon. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) resmi meluncurkan Kalkulator Hijau versi 2 pada Selasa (12/5/2026) sebagai langkah strategis untuk memperkuat standar penghitungan emisi karbon di sektor keuangan nasional.

Instrumen ini dirancang untuk menyediakan data emisi yang kredibel, terstandar, dan andal guna mendukung ketahanan ekonomi di tengah tantangan perubahan iklim global.

Baca Juga:
Bank Indonesia Tekankan Sinergi dan Akselerasi dalam Transformasi Ekonomi Digital

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti menekankan bahwa alat ini akan menjadi panduan utama bagi pelaku usaha dan lembaga keuangan dalam menyusun laporan keberlanjutan serta mengelola risiko iklim secara lebih akurat.

"Kalkulator Hijau versi 2 menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan konsistensi dan standardisasi penghitungan emisi karbon," ujar Destry.

Baca Juga:
Bank Indonesia Andalkan Kalkulator Hijau untuk Tekan Emisi di KKI 2025

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung menyoroti peran vital Kalkulator Hijau dalam fungsi pengendalian emisi. Menurutnya, penghitungan yang presisi merupakan fondasi utama bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan strategis di sektor ekonomi hijau.

“Kita tidak mungkin mengendalikan sesuatu yang tidak kita ukur. Karena itu, Kalkulator Hijau bukan sekadar alat untuk menghitung, tetapi juga alat untuk membantu mengendalikan emisi karbon," tegas Juda.

Baca Juga:
Rosan Roeslani Temui PM Singapura, Bahas Penguatan Kerja Sama Ekonomi Hijau

Pemerintah juga terus mendukung ekosistem ini melalui instrumen APBN, termasuk pemberian insentif perpajakan seperti tax allowance, tax holiday, serta fasilitas kepabeanan bagi pengembangan ekonomi hijau.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memberikan dukungan penuh dari sisi pengawasan. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengingatkan bahwa kegagalan dalam mengukur risiko iklim dapat berdampak langsung pada stabilitas finansial perbankan. 

Bank kini didorong untuk mengintegrasikan pengukuran emisi ke dalam strategi bisnis harian mereka. Sejauh ini, minat terhadap pembiayaan berkelanjutan menunjukkan tren positif.

Hingga Desember 2025, data mencatat Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) Hijau tumbuh 70,08 persen (yoy) dengan rasio kredit bermasalah (NPL) sangat rendah di angka 0,30 persen dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Hijau terus berkembang dengan NPL yang terjaga di level 0,84 persen.

Untuk memacu tren ini, Bank Indonesia memberikan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) hingga 1 persen dari Giro Wajib Minimum (GWM) bagi bank yang menyalurkan pembiayaan ke sektor inklusi dan berkelanjutan.

Kalkulator Hijau versi 2 hadir dengan cakupan metodologi yang lebih luas dan selaras dengan standar internasional Greenhouse Gas (GHG) Protocol. Pengembangan ini dilakukan secara kolaboratif oleh Kelompok Kerja yang melibatkan berbagai kementerian, BRIN, hingga organisasi internasional seperti WWF Indonesia.

Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya besar Indonesia mencapai Second Nationally Determined Contribution 2035 dan target Net Zero Emission 2060. Bagi masyarakat dan pelaku usaha yang ingin menggunakan alat ini, aplikasi Kalkulator Hijau dapat diunduh secara gratis melalui AppStore dan Playstore, lengkap dengan panduan teknis yang tersedia di situs resmi Bank Indonesia.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketika Masyarakat Harus Membayar, Hanya untuk Sekadar Bergerak
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Iran Ultimatum AS: Terima Proposal 14 Poin atau Hadapi Kegagalan!
• 11 jam laludetik.com
thumb
Iran Ajukan Draf Damai ke AS, Minta Perang Dihentikan dan Sanksi Dicabut
• 21 jam lalupantau.com
thumb
Arti Nama Soleil Zephora Ghazali, Anak Al dan Alyssa Daguise
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Media 'Homeless' vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
• 22 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.