Manila: Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Filipina kembali memakzulkan Wakil Presiden Sara Duterte untuk kedua kalinya, memperdalam krisis politik yang berpotensi mengganggu peluangnya maju dalam pemilihan presiden 2028.
Para anggota parlemen pada Senin, 11 Mei 2026 memberikan suara mayoritas untuk melanjutkan kasus pemakzulan Duterte ke Senat, tempat sidang akan menentukan apakah ia tetap menjabat sebagai wakil presiden atau dilarang secara permanen memegang jabatan publik.
Dari 290 legislator yang hadir, sebanyak 255 mendukung mosi pemakzulan, jauh melampaui ambang batas yang disyaratkan hukum Filipina.
Mengutip The Independent, Selasa, 12 Mei 2026, tuduhan terhadap wakil presiden berusia 47 tahun itu meliputi dugaan penyalahgunaan dana publik, kekayaan yang tidak dapat dijelaskan, serta ancaman terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr, ibu negara Liza Araneta-Marcos, dan mantan Ketua DPR Martin Romualdez.
Dalam konferensi pers daring tahun lalu, Duterte mengatakan dirinya telah memerintahkan seseorang bahwa "jika saya dibunuh, pergilah bunuh BBM, Liza Araneta, dan Martin Romualdez." BBM merupakan singkatan yang merujuk kepada Presiden Marcos.
Duterte menolak proses tersebut dan menyebut pengaduan pemakzulan sebagai "tidak lebih dari selembar kertas."
Ia juga menolak menghadiri sidang kongres yang menyelidiki tuduhan tersebut. Dukungan Kuat di Senat Pemakzulan terbaru ini terjadi setelah Mahkamah Agung Filipina tahun lalu membatalkan upaya pemakzulan sebelumnya karena alasan prosedural sebelum sidang Senat dimulai. Namun putusan itu tidak melarang anggota parlemen mengajukan kasus baru.
Duterte menjadi pejabat pertama dalam sejarah Filipina yang dimakzulkan dua kali. Perhatian kini tertuju pada Senat, tempat para analis menilai Duterte masih memiliki dukungan kuat.
"Bagaimana jalannya sidang pemakzulan di hadapan publik akan membentuk cara pemilih memandang pencalonannya," kata profesor ilmu politik Universitas Filipina Jean Encinas-Franco kepada TIME.
Sara Duterte merupakan putri mantan Presiden Rodrigo Duterte dan masih menjadi salah satu kandidat terkuat dalam survei awal untuk pemilihan presiden 2028 meski perseteruannya dengan Marcos Jr semakin dalam.
Baca juga: Kongres Filipina Bersiap Makzulkan Wakil Presiden Sara Duterte



