Puan Jelaskan Peluang DPR Panggil BI dan Purbaya usai Rupiah Tembus Rp17.500

bisnis.com
19 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Ketua Umum DPR RI Puan Maharani mengungkap peluang untuk memanggil Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Purbaya setelah rupiah anjlok ke level Rp17.500 per dolar AS, rekor terendah sepanjang sejarah.

Puan mengatakan pihaknya akan meminta pemerintah beserta stakeholder terkait untuk mengantisipasi persoalan tersebut.

"Ya tentu saja kita akan meminta kepada pemerintah dan stakeholder yang ada untuk mengantisipasi hal tersebut," ujar Puan usai melakukan rapat paripurna ke-18 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 pada hari ini, Selasa (12/05/2026).

Kemudian, Puan mengemukakan bahwa pada sidang selanjutnya, legislator bakal mulai membahas soal Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF).

Ditambahkan Puan, saat ini dampak daripada eskalasi konflik global telah berdampak secara meluas, termasuk juga di Indonesia.

"Dan pada sidang ke depan ini DPR juga akan masuk dalam pembahasan KEM-PPKF yaitu APBN 2027. Karena itu, itu juga termasuk dalam mengantisipasi APBN dan fiskal yang akan datang," imbuhnya.

Baca Juga

  • Rupiah Tembus Rp17.500: Purbaya Bantu BI, Siap Intervensi Pasar Obligasi
  • Rupiah Melemah Sentuh Rp17.498, Simak Kurs Dolar AS di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI
  • Rupiah Dibuka Melemah Sentuh Rp17.498 Tertekan Ketidakpastian Perdamaian AS-Iran

Oleh sebab itu, Puan meminta agar pemerintah termasuk BI bisa mengambil kebijakan yang tepat agar Indonesia tidak semakin terpuruk 

"Apa yang akan dilakukan oleh pemerintah termasuk dengan BI, situasi ini jangan sampai pengaruhnya itu nantinya akan membuat Indonesia jadi terpuruk. Jadi harus diantisipasi sejak awal bukan hanya tahun ini tapi juga sampai tahun 2027," pungkasnya.

Rupiah Tembus Rp17.500

Sekadar informasi, merujuk pada id.investing nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah ke level Rp17.503 pada perdagangan Selasa (12/5/2026) per 11.26 WIB. 

Berdasarkan data Investing, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah ke level Rp17.503 pada perdagangan Selasa (12/5/2026) per 11.26 WIB.

Adapun pada pukul 09.15 WIB, nilai tukar rupiah dibuka melemah 0,48% atau 84 poin ke Rp17.498 pada perdagangan Selasa (12/5/2026). Pada saat yang sama, indeks dolar AS menguat 0,16% ke 98,11.

Pada perdagangan Senin (11/5/2026), rupiah ditutup melemah 32 poin ke Rp17.414 dolar AS, sedangkan indeks dolar AS menguat 0,09% ke 97,98.

Untuk hari ini, Selasa (12/5/2026), Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif, tetapi akan ditutup melemah di rentang Rp17.410 sampai Rp17.460 per dolar AS.

Dia menuturkan, penguatan dolar AS dipicu ketegangan konflik AS-Iran yang terus berkembang. Terbaru, Presiden AS Donald Trump menolak proposal perdamaian terbaru dari Iran. Sikap Trump tersebut langsung meredam harapan pasar akan deeskalasi di kawasan Teluk.

“Komentar tersebut meningkatkan risiko geopolitik. Fokus pasar tetap tertuju pada Selat Hormuz yang sebagian besar masih tertutup sejak konflik dimulai,” kata Ibrahim, Senin (11/5/2026).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Media Korea Ulas Tugas Berat Megawati Hangestri Menanti di Klub Baru, Gantikan Peran Legenda Hyundai Hillstate
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Hakim Kabulkan Nadiem Makarim Jadi Tahanan Rumah Sejak Senin Malam
• 8 jam lalunarasi.tv
thumb
3 Pemain plus Pelatih Terbaik Pekan 32 BRI Super League: Adam Alis dan Mariano Peralta Sang Penentu Persaingan Menuju Juara
• 4 jam lalubola.com
thumb
Menilik Sejarah Parfum Maison Francis Kurkdjian Baccarat Rouge 540
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
Puan soal RUU Pemilu: Sudah Komunikasi Antarparpol, yang Terbaik untuk Rakyat
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.