Wamenkes Ungkap Penyebab Anak Tak Pernah Imunisasi: Dari Hoaks hingga Isu Agama

kumparan.com
17 jam lalu
Cover Berita

Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan masih banyak anak di Indonesia yang belum pernah menerima imunisasi atau vaksin dasar, dikenal dengan istilah zero dose.

Kondisi ini menjadi perhatian serius pemerintah karena dapat meningkatkan risiko munculnya kembali penyakit yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.

Zero Dose itu anak-anak yang tidak pernah mendapatkan vaksinasi. Mereka tidak pernah mendapatkan imunisasi campak, polio, DPT, sehingga mereka tidak terlindungi badannya. Seperti telanjang,” ujar Dante usai kegiatan “Mengejar Anak Zero Dose di Kota Bandung” di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Selasa (12/5).

Menurut Dante, jumlah anak zero dose meningkat setelah pandemi COVID-19. Saat itu, pelayanan kesehatan dan kegiatan imunisasi di posyandu menurun karena fokus pemerintah tertuju pada penanganan pandemi.

Akibatnya, cakupan imunisasi dasar sempat mengalami penurunan. Beberapa tahun kemudian, kondisi tersebut berdampak pada munculnya kejadian luar biasa (KLB) campak di sejumlah daerah.

Dante menjelaskan keputusan untuk mengimunisasi anak sepenuhnya berada di tangan orang tua. Karena itu, edukasi kepada keluarga menjadi langkah penting untuk meningkatkan cakupan imunisasi.

Ia mengatakan masih banyak hoaks yang menyebabkan orang tua menolak imunisasi. Salah satunya adalah anggapan bahwa vaksin dapat menyebabkan autisme.

“Ternyata studi empiris yang kita lakukan pada jutaan orang di seluruh dunia tidak pernah menimbulkan efek samping autis. Jadi aman-aman saja,” katanya.

Isu Agama terkait Kehalalan Vaksin

Selain hoaks, isu agama juga masih menjadi tantangan. Menurut Dante, vaksin campak yang sempat dipersoalkan telah melalui proses pemurnian sehingga tidak lagi mengandung unsur yang dipermasalahkan dan telah dinyatakan halal.

"Jadi isu agama yang kadang-kadang juga menjadi tantangan buat kita menjelaskan kepada masyarakat," katanya.

Kemenkes pun memberikan edukasi dibantu pemuka-pemuka agama untuk menjelaskan bahwa imunisasi halal dan baik bagi masyarakat.

"Kalau kita tidak melakukan imunisasi secara cepat, zero dose ini tidak dilakukan dengan cepat, maka ini akan menjadi masalah di kemudian hari," lanjutnya.

Peran Sentral Ibu

Dante menekankan peran ibu sangat penting karena merekalah yang umumnya mengambil keputusan terkait imunisasi anak.

“Yang berperan adalah ibu-ibu,” ujarnya.

Selain keluarga, kepala daerah juga diminta turun langsung untuk mengajak masyarakat mengikuti program imunisasi.

“Yang paling dituruti oleh masyarakat yang tidak kalah perannya adalah bapak wali kota atau pimpinan daerah,” kata Dante.

Ia menilai dukungan pemerintah daerah dapat mempercepat peningkatan cakupan imunisasi dan menekan angka penyakit yang dapat dicegah.

Dengan cakupan imunisasi yang tinggi, anak-anak diharapkan tumbuh sehat, optimal, dan tidak mudah terserang penyakit menular seperti campak, polio, dan difteri.

Wali Kota Bandung Ajak Orang Tua Lengkapi Imunisasi

Di kesempatan yang sama Wali Kota Bandung M. Farhan menegaskan, imunisasi merupakan fondasi utama untuk membangun generasi yang sehat dan produktif.

“Langkah awal untuk kita semua memulai hidup sehat dan aktif, terutama untuk anak-anak kita. Imunisasi sudah terbukti memberikan kita daya tahan agar anak-anak kita tumbuh menjadi anak-anak yang bisa menjadi remaja dan orang dewasa yang sangat produktif,” ujar Farhan.

Ia menambahkan, berbagai tahapan kehidupan seperti pendidikan, pengembangan keahlian, hingga kesiapan memasuki dunia kerja harus dimulai dari kondisi kesehatan yang baik.

“Untuk itu sebelum kita bicara soal hal-hal lain, lanjutan pendidikan, lanjutan keahlian, lapangan pekerjaan, kita mulai semuanya dari imunisasi,” katanya.

Pemerintah berharap sinergi antara Kementerian Kesehatan, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, tokoh agama, dan keluarga dapat mempercepat penurunan jumlah anak zero dose sehingga anak-anak Indonesia dapat tumbuh sehat, optimal, dan terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wapres Gibran Pastikan MRT Fase 2A Bundaran HI-Monas Beroperasi Akhir 2027
• 15 jam lalumatamata.com
thumb
Atap Kelas MTs Muhammadiyah di Sragen Ambrol, Belasan Siswa dan Guru Terluka
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Produktivitas Gol Masih Jadi Masalah Persis Jelang 2 Laga Penentuan, Milomir Seslija Minta Pemain Lebih Bersabar
• 14 jam lalubola.com
thumb
Soal Film Pesta Babi, Pigai Sebut Larangan Nobar Harus Lewat Putusan Pengadilan
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Lirik Lagu Dai Dai - Shakira ft Burna Boy, Lagu Resmi Piala Dunia 2026
• 16 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.