Telkom (TLKM) Kantongi Laba Bersih Rp17,8 Triliun pada 2025

bisnis.com
15 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA— PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) mencatat laba bersih sebesar Rp17,8 triliun pada 2025 dengan net income margin 12,1%. Sementara itu, normalized net income perseroan tercatat sebesar Rp22,7 triliun dengan normalized net income margin 15,4%.

Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengatakan capaian tersebut ditopang pendapatan konsolidasi perseroan yang mencapai Rp146,7 triliun sepanjang 2025.

“Hal ini mencerminkan respons positif pasar terhadap eksekusi strategi transformasi Telkom, yang turut didukung oleh kebijakan pengembalian nilai kepada pemegang saham secara konsisten melalui payout ratio sebesar 89% untuk pembayaran tahun buku 2024 serta pelaksanaan program share buyback dengan nilai maksimal Rp3 triliun yang masih berlangsung hingga Mei 2026,” kata Dian dalam keterangan resmi, Selasa (12/5/2026).

Berdasarkan laporan keuangan TLKM, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) konsolidasi tercatat sebesar Rp72,2 triliun dengan margin EBITDA 49,2%. Sementara normalized EBITDA mencapai Rp73,2 triliun dengan normalized EBITDA margin sebesar 49,9%.

Sejalan dengan transformasi dan penguatan fundamental bisnis, perseroan mencatat total shareholder return (TSR) sebesar 35,7% sepanjang 2025. Angka tersebut terdiri atas capital gain sebesar 28,4% dan dividend yield sebesar 7,3%.

Dian mengatakan segmen business to consumer (B2C) yang mencakup layanan mobile dan fixed broadband masih menjadi salah satu kontributor utama pendapatan perseroan. Telkomsel sebagai operating company (OpCo) yang fokus pada segmen B2C membukukan pendapatan sebesar Rp109,2 triliun secara konsolidasian pada 2025.

Baca Juga

  • Komposisi Pendapatan Telkomsat Mulai Bergeser ke Model Konektivitas LEO
  • Registrasi SIM Card Biometrik Mulai 1 Juli, Telkomsel Jamin Keamanan Data Pengguna
  • BEI Awasi Secara Ketat Investigasi SEC dan DOJ terhadap Telkom (TLKM)

Menurutnya, peningkatan kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital mendorong trafik data tumbuh 15% secara tahunan atau year on year (YoY). Average revenue per user (ARPU) juga mulai menunjukkan pemulihan sejak paruh kedua 2025 seiring kondisi pasar yang dinilai semakin stabil.

Pada 2026, Telkomsel disebut akan fokus menjaga ARPU melalui penyesuaian harga yang tepat sasaran dan menjaga kualitas jaringan untuk menekan perpindahan pelanggan.

“Langkah ini diiringi dengan penguatan ekosistem digital agar layanan Telkomsel tetap relevan bagi masyarakat,” kata Dian.

Di sisi lain, ekspansi layanan internet rumah dilakukan secara lebih selektif dengan mempertimbangkan daya beli masyarakat dan efektivitas pemanfaatan modal guna menjaga pertumbuhan jangka panjang.

Pada segmen business to business (B2B) Infrastructure, TelkomGroup mempercepat pembangunan infrastruktur digital nasional melalui backbone serat optik sepanjang lebih dari 210.000 kilometer, menara telekomunikasi, layanan data center dan cloud, hingga konektivitas satelit untuk menjangkau wilayah blank spot.

“Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung ketahanan digital Indonesia yang inklusif,” kata Dian.

Dia menambahkan pendapatan segmen B2B Infrastructure mencapai Rp8,9 triliun atau tumbuh 9,2% YoY, yang ditopang bisnis data center dan ekspansi fiber.

Pendapatan bisnis data center berasal dari dua fasilitas hyperscale data center di Cikarang dan Singapura, tiga enterprise data center di Serpong, Surabaya, dan Sentul, serta dua co-location data center di Singapura yang dikelola NeutraDC.

Selain itu, TLKM juga mengoperasikan 28 fasilitas edge data center NeuCentrIX untuk mendukung layanan data center dan cloud yang lebih dekat dengan pengguna.

Pada bisnis menara telekomunikasi dan fiber-to-the-tower (FTTT), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) membukukan pendapatan sebesar Rp9,5 triliun dengan net income margin 22,2% dan EBITDA margin 82,2%.

Kinerja tersebut didukung rasio jumlah penyewa sebesar 1,57 kali atas kepemilikan 40.230 menara telekomunikasi. Perseroan menyebut jumlah tersebut menjadikan Mitratel sebagai perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara.

Sementara itu, bisnis Wholesale & International Service mencatat pendapatan sebesar Rp10,7 triliun. Hingga saat ini, TelkomGroup melalui Telin telah tergabung dalam 27 sistem kabel laut internasional.

Pada segmen B2B information and communication technology (ICT), perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp15,3 triliun yang berasal dari bisnis konektivitas, managed solution, dan digital.

Dian mengatakan kebijakan efisiensi pemerintah berdampak terhadap penurunan permintaan solusi korporasi, terutama dari pelanggan pemerintahan, korporasi besar, swasta, dan usaha kecil dan menengah (UKM). Meski demikian, perseroan tetap mendorong penguatan layanan Connectivity+, cybersecurity, dan artificial intelligence (AI), termasuk melalui kemitraan strategis dengan perusahaan teknologi global.

Adapun realisasi belanja modal atau capital expenditure (capex) TelkomGroup sepanjang 2025 mencapai Rp27,5 triliun atau setara 18,8% dari total pendapatan. Sebanyak 93% belanja modal dialokasikan untuk pengembangan infrastruktur segmen B2C, B2B Infrastructure, dan internasional.

“Ke depan, Telkom akan terus melangkah dengan arah yang lebih terstruktur untuk menghadirkan kinerja yang semakin solid serta memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan,” tutup Dian.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IHSG Hari Ini Rawan Koreksi, Pantau Pergerakan Saham ANTM, KLBF hingga PTRO
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Bareskrim Bongkar Puluhan Vape Narkoba di Tangerang, Kurir Ditangkap
• 8 jam laludetik.com
thumb
Jangan Sampai Liburan Rusak! Ini Risiko Perjalanan saat Peak Season
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Trump Ajak 17 CEO AS Kunjungi China, dari Elon Musk hingga Tim Cook
• 16 jam laluidxchannel.com
thumb
Donald Trump Kunjungi China di Tengah Ketegangan Konflik di Iran
• 14 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.