Pedagang Hewan Kurban di Palembang Dilarang Jualan di Jalan Protokol

metrotvnews.com
15 jam lalu
Cover Berita

Palembang: Pemerintah Kota Palembang, Sumatra Selatan, melarang para pedagang hewan kurban berjualan di pinggir jalan protokol menjelang Hari Raya Idulsdha 1447 Hijriah demi menjaga ketertiban umum dan keselamatan pengguna jalan. Wali Kota Palembang Ratu Dewa menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), camat, hingga lurah untuk memperketat pengawasan serta tidak memberikan izin lapak di area yang dilarang.

"Kami jauh-jauh hari sudah mengimbau agar para pedagang hewan kurban lebih tertib. Jangan memperdagangkan hewan di sembarang tempat, terutama di jalan raya utama karena membahayakan pengendara," ujar Ratu Dewa, di Palembang, Selasa, 12 Mei 2026, melansir Antara.

Baca Juga :

Presiden Prabowo Kurban Sapi Berbobot 1 Ton dari Sukoharjo


Hewan kurban di Palembang, Sumatera Selatan. ANTARA/M Imam Pramana

Ia menjelaskan bahwa banyak pedagang yang saat ini menyewa lahan pribadi di pinggir jalan tanpa dikenakan pajak. Oleh sebab itu, peran camat dan lurah sangat krusial untuk menyeleksi pemberian izin secara ketat agar tidak melanggar tata ruang dan keindahan kota.

Pemerintah Kota Palembang telah memetakan sejumlah titik zona merah atau lokasi yang dilarang bagi aktivitas perdagangan hewan kurban, di antaranya Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Basuki Rahmat, dan jalan protokol lainnya di pusat kota. Ia menegaskan, keberadaan ternak di bahu jalan selain merusak estetika kota, juga berisiko tinggi jika hewan lepas ke badan jalan dan memicu kecelakaan lalu lintas.

"Jika ditemukan pedagang yang mengganggu keindahan dan ketertiban, kami akan mengedepankan komunikasi terlebih dahulu. Namun, apabila tidak ditemukan solusi, kami akan mengambil tindakan tegas dengan menutup lapak tersebut," katanya.

Pihak pemkot juga meminta kerja sama para camat dan lurah untuk memfasilitasi lokasi alternatif yang lebih aman bagi para pedagang sehingga aspek ekonomi tetap berjalan tanpa mengabaikan faktor keamanan dan kenyamanan publik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Tembus 17.500 Per Dollar AS, Ini Penyebab Pelemahannya | KOMPAS PETANG
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Manfaat Work from Cafe yang Bikin Kerja Lebih Produktif
• 19 jam lalubeautynesia.id
thumb
Tiresome Rilis Video Klip Ursula, Terjemahkan Dinamika Relasi Lewat Visual
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Cak Imin Beberkan Arahan Prabowo: UMKM Didorong Naik Kelas dan Kemiskinan Diberantas
• 1 jam laluidxchannel.com
thumb
Aparat Gagalkan Pengiriman 16 Ton Pasir Timah Ilegal di Kepri
• 11 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.