Nama Henny Maria Redkoki menjadi perbincangan ramai di Threads usai membuat pengumuman telah mendapat sertifikasi Executive Chef dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang berlaku di 13 negara ASEAN. Unggahan tersebut ia bagikan pada Minggu (10/5) dan menuai kontroversi.
"Dengan bangga saya umumkan saya telah bersertifikasi BNSP Nasional yang diakui 13 Negara ASEAN untuk jabatan tertinggi profesi chef yaitu Executive Chef. Semoga bisa berdedikasi untuk perbaikan sistem MBG demi kesejahteraan anak bangsa. Masya Allah ya Allah," tulis @hennymaria_redkoki.
Pada unggahannya tersebut dia juga melampirkan beberapa foto mulai dari dirinya yang bergaya sambil memegang sertifikat yang telah ia terima, kemudian dia juga memperlihatkan foto sertifikat atas nama "Henny Marian Angelica."
Tertulis dalam sertifikat yang dikeluarkan BNSP itu, "Telah kompeten pada bidang: Tata Boga-Pengolahan Makanan dan Minuman dengan kualifikasi/kompetensi: EXECUTIVE CHEF." Tertulis juga bahwa sertifikat tersebut berlaku untuk tiga tahun dan dikeluarkan pada 8 Mei 2026.
Usai ia mengunggah tulisan tersebut, beberapa warga Threads lalu menuliskan komentar mereka. Beberapa di antaranya banyak yang menyinggung soal jumlah negara ASEAN yang diketahui berjumlah 11, namun Henny justru menuliskan ada 13 negara.
Tapi, tak sedikit juga warganet yang kemudian mempertanyakan proses sertifikasi executive chef yang terkesan begitu mudah didapat.
"Wooww...keren banget, baru tahu ternyata jabatan executive chef sekarang bisa dicetak kayak sertifikat seminar zoom. Gak perlu puluhan tahun di kitchen, manage tim, costing, SOP, supplier, audit, sampe stress karena stock bawang hilang. Gak perlu khatam HACCP, food hygiene, food safety level 3, food allergens, health and safety, COSHH. Gak perlu develop menu yang bikin inspektur Michelin bengong. Yang penting laminating sertifikatnya tebal, congratulations Chef," tulis pemilik akun @yunhergh.
Kemudian pemilik akun @godjira_27 juga menambahkan, "Gw yang executive chef menangis liat ini." Sementara itu, warganet lain @dazarhays_ juga mengatakan, "Dikira bayar terus ikut pelatihan dan dapat sertifikasi sudah bisa jadi executive chef, keren juga lo mpok."
Sementara itu, pemilik akun @soesbunga menuliskan komentarnya, "Gara-gara utas ini saya sampai searching jumlah negara ASEAN itu ada 11 kak termasuk Timor Leste."
Setelah dua hari unggahannya ramai, Henny pun meminta maaf dan menuliskan, "Saya Henny Maria Redkoki mohon maaf jika ada hal yang menyinggung dan kurang berkenan bagi semuanya. Salam respect untuk semua CHEF!."
Diketahui bahwa Henny adalah anggota dari Indonesian Chef Association (ICA). President ICA, Chef Susanto yang kumparanFOOD hubungi Senin (11/5) kemudian memberikan tanggapannya.
"Yang mem-verifikasi Asesor itu LSP bukan ICA, dan yang menyatakan kompeten itu dari BNSP melalui LSP. Dalam hal ini ICA hanya menyelenggarakan dan menyiapkan tempatnya saja tidak masuk dalam ranah verifikasi dokumen dan lain-lain," terangnya kepada kumparan.
Lebih lanjut, koki yang akrab disapa Chef Santo itu memberikan informasi tambahan mengenai anggotanya tersebut. Dia menjelaskan, "Info tambahan, yang bersangkutan sudah berusia 35 tahun bukan seperti rumor yang beredar katanya usianya 20 tahunan. Dia S1 Pariwisata, sudah punya sertifikat BNSP Demi Chef de Partie, dan juga Chef de Partie jadi tidak ujug-ujug langsung sertifikat BNSP Executive Chef."
Apa Itu Sertifikasi Executive Chef BNSP?Mengutip website resmi BNSP, sertifikat profesi BNSP Executive Chef adalah dokumen yang dinilai resmi, sehingga pemegangnya telah terbukti memenuhi standar kompetensi nasional yang ditetapkan BNSP.
Manfaat sertifikasi nantinya diharapkan dapat membuat penerimanya yang sudah secara resmi menjadi executive chef mendapay pengakuan kompetensi secara resmi, sehingga meningkatkan daya saing, nilai tambah CV, hingga kepercayaan diri.
Memang tertera dalam website tersebut bahwa sertifikat ini hanya berlaku untuk tiga tahun. Untuk seseorang mendapatkan ssertifikasi ini membutuhkan proses penilaian satu sampai dua minggu.
Tertulis dalam website tersebut bahwa sertifikat profesi ini dapat memberikan pengakuan yang diakui secara global, dan diharapkan bisa meningkatkan kompetensi juru masak yang sudah mendapat sertifikasi tersebut.
Dalam website BNSP juga disebutkan bahwa sudah terdapat 5.000 lebih profesional yang tersertifikasi. Sementara itu, terdapat 53 unit kompetensi yang diujikan. Mula dari menyajikan dan menampilkan produk, meciptakan menu, memelihara jaminan mutu produksi makanan, mengelola pembelian barang, hingga mengelola bisnis.





