Indonesia-Ethiopia Bahas Perdagangan hingga Ketahanan Pangan di FKB ke-2

metrotvnews.com
15 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Indonesia dan Ethiopia menegaskan komitmen memperkuat kemitraan strategis sebagai sesama negara Global South melalui Pertemuan ke-2 Forum Konsultasi Bilateral Indonesia–Ethiopia di Jakarta pada Kamis, 7 Mei 2026.

Pertemuan tersebut dipimpin Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Santo Darmosumarto serta Direktur Jenderal Timur Tengah, Asia, dan Pasifik Kementerian Luar Negeri Ethiopia, Duta Besar Dewano Kedir.

Selama 65 tahun hubungan diplomatik, Indonesia dan Ethiopia disebut telah membangun hubungan persahabatan yang berkembang menjadi kemitraan berorientasi hasil.

Forum Konsultasi Bilateral (FKB) ke-2 ini juga menegaskan komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama yang adaptif terhadap dinamika geopolitik global.

“Di tengah lanskap global yang kian kompleks, yang menuntut diplomasi yang tangguh dan kemitraan yang lebih luas, kemitraan dengan Ethiopia sebagai pusat pertumbuhan dan gerbang masuk ke Afrika Timur menjadi sangat strategis,” ujar Santo, dalam keterangan di situs Kemlu RI, Selasa, 12 Mei 2026.

Di bidang ekonomi, perdagangan bilateral kedua negara tercatat mencapai USD138,6 juta atau sekitar Rp2,41 triliun pada 2025, meningkat sekitar 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Saat ini, lima perusahaan Indonesia juga telah beroperasi atau sedang dalam proses investasi di Ethiopia.

Ke depan, kedua negara sepakat menjadikan perdagangan dan investasi sebagai fokus utama kerja sama, termasuk menjajaki pembentukan Preferential Trade Agreement (PTA) dan Bilateral Investment Treaty (BIT). Penguatan Konektivitas Kedua pihak juga membahas penguatan konektivitas melalui perluasan implementasi Bilateral Air Service Agreement (BASA) bersama Ethiopian Airlines.

Di sektor pertanian, Indonesia dan Ethiopia sepakat memperkuat kerja sama pada komoditas prioritas seperti kelapa sawit, kopi, cengkeh, kedelai, dan gandum, termasuk program peningkatan kapasitas di bidang peternakan dan ketahanan pangan.

Pada bidang politik, kedua negara menekankan pentingnya peningkatan kunjungan tingkat tinggi dan penguatan mekanisme dialog reguler melalui FKB.

Sementara pada sektor sosial budaya dan pembangunan, kerja sama diarahkan pada pendidikan tinggi, kesehatan, pariwisata, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Indonesia juga mendorong pemanfaatan jaringan perguruan tinggi, program beasiswa, dan pelatihan bagi mahasiswa maupun profesional Etiopia sebagai investasi jangka panjang hubungan kedua negara. Agreed Minutes Duta Besar Dewano Kedir menegaskan pentingnya tindak lanjut konkret dari hasil pertemuan tersebut.

“Ethiopia sangat menghargai hubungan persahabatan dengan Indonesia dan melihat forum ini sebagai wadah untuk memperluas kerja sama di bidang prioritas,” kata Dewano.

Di akhir pertemuan, kedua kepala delegasi menandatangani Agreed Minutes sebagai pedoman implementasi kerja sama bilateral ke depan.

Kedua pihak juga menyambut rencana penyelenggaraan Pertemuan ke-3 Forum Konsultasi Bilateral Indonesia–Ethiopia yang akan digelar di Etiopia.

Usai FKB, Dirjen Kemlu Ethiopia juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Wakil Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha C. Nasir untuk membahas peluang kerja sama baru, termasuk di sektor peternakan unggas.

Baca juga:  Angola-Ethiopia Kepincut Pengelolaan Pertanian Indonesia


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Conte Sebut Kekalahan Napoli dari Bologna Bukan Kebetulan
• 20 jam lalumedcom.id
thumb
Strategi Tembus Pasar Global, Mahasiswa S3 Manajemen UM Bedah Rahasia Ekspor
• 15 jam laluberitajatim.com
thumb
Barcelona Resmi Perpanjang Kontrak Hansi Flick, Jamin Stabilitas Tim hingga 2028
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Dasco-Teddy Bilang "Abang Balik Lagi Ya", Hasan Nasbi Pun "Come Back" ke Kabinet Prabowo
• 14 jam lalukompas.com
thumb
Menlu Singapura Ucapkan Belasungkawa untuk Keluarga Korban Erupsi Gunung Dukono
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.