DPR dan Pemerintah Segera Bahas Kerangka Kebijakan Fiskal 2027, Ini Bocorannya

idxchannel.com
17 jam lalu
Cover Berita

Penyusunan Kerangka Kebijakan Fiskal Tahun 2027 dilakukan dalam situasi global yang penuh tekanan dan risiko.

DPR dan Pemerintah Segera Bahas Kerangka Kebijakan Fiskal 2027, Ini Bocorannya. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - DPR RI bersama pemerintah akan segera membahas Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027. Pembahasan akan dilakukan dalam masa persidangan V tahun 2025-2026.

"Sidang Dewan yang terhormat, pada masa persidangan ini, DPR RI bersama pemerintah akan melaksanakan pembahasan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal KEM-PPKF tahun 2027," kata Ketua DPR RI, Puan Maharani dalam pidato pembukaan masa sidang di rapat paripurna ke-18 DPR, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Baca Juga:
Defisit APBN 0,93 Persen di Kuartal I-2026, Wamenkeu Optimistis Tak Sampai 3 Persen di Akhir Tahun

Puan menyampaikan DPR RI memahami penyusunan Kerangka Kebijakan Fiskal Tahun 2027 dilakukan dalam situasi global yang penuh tekanan dan risiko. Tantangan ke depan tidak hanya berkaitan dengan menjaga pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetapi juga memastikan kualitas pertumbuhan ekonomi tersebut, yaitu mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan penghasilan rakyat, meningkatkan ketahanan ekonomi, serta mengurangi ketimpangan sosial.

DPR RI memandang bahwa APBN 2027 dapat menjadi momentum dalam melakukan konsolidasi fiskal dan program prioritas nasional.

Baca Juga:
APBN KiTa Kuartal I 2026 Catat Defisit Rp240,1 Triliun

"Sehingga tetap dapat menjaga stabilitas di tengah tekanan global, tetapi juga mampu mempercepat pembangunan yang inklusif dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup rakyat Indonesia," ujarnya.

Puan juga mengakui jika dampak perekonomian global telah memberikan tekanan fiskal APBN. Di satu sisi, pemerintah harus menjalankan pembangunan nasional di segala bidang, di sisi lain ruang fiskal yang sudah terbatas menjadi semakin kecil.

Baca Juga:
Purbaya Beberkan Realisasi APBN, Defisit Rp240,1 Triliun hingga Akhir Maret 2026

"Pemerintah sudah seharusnya melakukan penajaman belanja, sehingga dengan ruang fiskal yang semakin kecil, rakyat tetap mendapatkan haknya untuk dapat menikmati pembangunan kesehatan, pendidikan, infrastruktur, transportasi, dan lain sebagainya yang semakin memudahkan kehidupan rakyat," kaya dia.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Keracunan MBG di Surabaya, 5 Siswa Dirawat dan Wali Kota Eri Tunggu Hasil Lab
• 6 jam lalurealita.co
thumb
Peneror Pembakaran di Matraman Jaktim Dikenal Tertutup dan Jarang Bergaul
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Pegadaian raih predikat “Best of the Best” di BUMN Entrepreneurial Marketing Awards 2026
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Menlu RI Sugiono Hadiri Pertemuan BRICS di New Delhi Bahas Keberlanjutan dan Ekonomi Digital
• 7 jam lalupantau.com
thumb
Arti Nama Soleil Zephora Ghazali, Anak Al dan Alyssa Daguise
• 17 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.