KOMPAS.TV - Hantavirus bukan virus baru. Penyakit ini umumnya menular melalui kontak dengan tikus, baik urine atau kotoran tikus, maupun debu yang terkontaminasi.
Penyakit ini muncul dalam dua bentuk klinis di dunia. HFRS yang merusak ginjal tersebar di Eropa dan Asia, termasuk Indonesia. Sementara HPS menyerang sistem pernapasan dan tersebar di Amerika.
Lantas apa saja yang harus diketahui terkait gejala hingga pencegahan Hantavirus? Berikut pembahasan KompasTV bersama epidemiolog UI, Pandu Riono.
Baca Juga: LENGKAP! Penjelasan, Gejala, hingga Pencegahan Hantavirus dari Kemenkes | KOMPAS SIANG
#hantavirus #virus #ui #panduriono
Penulis : Tesalonika-Ajeng
Sumber : Kompas TV
- hantavirus
- virus
- tikus
- pandu riono
- dokter
- universitas indonesia





