RI Dibidik Mafia Judol: Ancaman Sunyi Bagi Keluarga di Indonesia

kompas.com
13 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Berita penggerebekan markas judi online (judol) internasional di sebuah gedung kawasan Jl Hayam Wuruk, Jakarta Barat, membuat salah seorang pekerja asal Jakarta, Daniel (27), mengingat ulang cerita temannya yang sempat terjerat permainan mengundi nasib—bahkan sebelum bisnis itu berpindah ke Indonesia.

Kepada Kompas.com Daniel menceritakan, teman satu kantornya sempat ketagihan hingga menggunakan gaji yang didapatnya hanya untuk mengadu nasib pada layanan berbasis digital itu. Bahkan, modal nikah pun dipertaruhkan.

Seturut penjelasannya, deposit atau uang muka yang dipertaruhkan dalam aplikasi judi online lama-lama akan membesar. Semakin besar depo, maka semakin besar pula peluang menang.

"Nah, di situ justru jadi jebakannya. Dia pasti pertama kali pasang misalnya main Rp 500.000, Rp 1 juta, Rp 2 juta, awal-awal dikasih (menang), tuh. Sampai akhirnya ketagihan dia pernah duit buat modal nikah diadu sama dia, ternyata kalah. Berapa puluh juta," cerita Daniel, Senin (12/5/2026).

Baca juga: Puan Maharani: Jangan Sampai Indonesia Jadi Basis Utama Sindikat Judol Internasional

Perasaan untuk terus-menerus mencoba dan mempertaruhkan keuntungan itu tidak berhenti ketika modal nikahnya habis.

Judol terus digunakan hingga kehilangan uang makin besar, mencapai ratusan juta rupiah.

Beruntung kata Daniel, temannya mau berusaha keluar dari "jerat setan". Ia bahkan diwanti-wanti untuk tidak mengulang kesalahan yang sama.

"Ya gue diingetin supaya enggak kayak gitu. Nyesel, lah. Pernah dia cerita pas itu tuh pengin gila apa pengin bunuh diri, gitu pokoknya. Sekarang sudah nikah," beber Daniel.

Baca juga: Anggota DPR Minta 320 WNA Sindikat Judol Internasional Diadili di Indonesia

Bukan hanya temannya, Daniel juga menjadi saksi ketika saudara ipar dari sepupunya, Rian (35), terjerat hal serupa.

Dia seringkali dihubungi Rian hanya untuk meminjam uang, dengan alasan membeli susu anak.

Rupanya, berbagai peminjaman itu tidak diketahui sepupunya yang notabene istri Rian. Belakangan terkuak, uang-uang tersebut, sekaligus gaji Rian, dipakai Rian untuk menyetor depo judi online.

Sepupu Daniel pernah bercerita hingga berurai air mata, betapa capeknya menjalani rumah tangga dengan suami yang sudah ketagihan judi online.

Keputusan ingin cerai sudah sering kali diambil, namun realisasinya terbentur karena anak.

"Sampai sekarang belum cerai. Itu, lah, nggak ada untungnya. Sengsara doang yang ada," ujar Daniel, sembari menghela nafas.

Fenomena yang dialami lingkungan sektitar Daniel, menjadi satu contoh rentannya ketahanan keluarga karena judi online. Dia khawatir akan banyak keluarga yang hancur, ketika Indonesia kini justru menjadi markas kejahatan lintas negara itu.

"Mungkin besok nyasar ke teman dekat kita, atau siapanya kita, kan nggak tahu," tutur Daniel.

Ancaman serius

Kekhawatiran yang dirasakan Daniel sangat valid. Psikolog Anak dan Remaja, Novita Tandri, memberikan telaahnya.

Maraknya aktivitas judi online yang kini semakin masif di Indonesia merupakan ancaman serius bagi ketahanan keluarga dan masa depan generasi muda.

Masalah ini tidak lagi sekadar persoalan ekonomi atau kriminalitas digital, tetapi sudah menjadi persoalan kesehatan mental, parenting, dan kualitas sumber daya manusia.

Ketika judi online masuk ke dalam rumah, dampaknya dapat merusak rasa aman, kepercayaan, dan stabilitas emosional seluruh anggota keluarga.

"Banyak orangtua yang awalnya mencoba karena rasa penasaran atau tekanan ekonomi, namun akhirnya terjebak dalam pola adiksi yang sulit dihentikan. Kondisi ini sering memicu konflik rumah tangga, kebohongan, utang, emosi yang tidak stabil, bahkan kekerasan verbal maupun fisik," kata Novita saat dihubungi Kompas.com.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Kemkomdigi Koordinasi dengan Polri Tangani Kasus Judol Hayam Wuruk


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TNI AL Gerebek Sarang Narkoba di Belawan, 7 Orang Diamankan
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Timnas Futsal Indonesia Terus Berprestasi Belakangan Ini, Erick Thohir Minta FFI Juga Naik Kelas
• 5 jam lalubola.com
thumb
2 Bintang Proliga Resmi Abroad ke Liga Voli Kamboja, Ada Luvi Febrian
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Gantikan sang Ayah, Adela Kanasya Adies Dilantik Jadi Anggota DPR dari Dapil Jatim I
• 14 jam laluberitajatim.com
thumb
Polda Jatim Bongkar Sindikat Penjualan OTP untuk Kejahatan Digital, Pelaku Raup Rp1,2 Miliar
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.