Oditur Militer Buka Peluang Periksa Dokter Andrie Yunus

liputan6.com
15 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Oditur Militer II-07 Jakarta mempertimbangkan untuk menghadirkan dokter yang menangani Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus di persidangan perkara penyiraman air keras.

Menurut Letkol Chk Mohammad Iswadi, dokter terkait dimaksudkan hadir sebagai saksi ahli dalam kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Langkah itu dipertimbangkan usai tim Oditur tidak dapat menemui Andrie yang masih menjalani pemulihan pasca operasi di rumah sakit.

Advertisement

BACA JUGA: Oditur Militer Jenguk Andrie Yunus: Ibarat Perang, Saya Perlu Senjata

“Ke depan, kami masih akan membicarakan ini dengan pimpinan, apakah kami perlu memanggil dokter di persidangan ke depan ataukah tidak, karena kaitannya dengan kondisi,” kata Iswadi di RSCM, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, kondisi medis Andrie Yunus menjadi salah satu faktor penting dalam penyusunan tuntutan terhadap para terdakwa. Oleh karena itu, keterangan dokter dinilai dapat membantu memperkuat pembuktian dalam persidangan.

“Jadi ibarat saya kalau berperang, saya ini perlu senjata, perlu amunisi. Nah, senjata dan amunisi itu dapat dari mana? Ya dari keterangan korban dan keterangan dari saksi ahli, yakni dokter,” jelas dia.

Ia mengatakan saat ini tim Oditur baru memiliki alat bukti berupa barang bukti, pengakuan terdakwa, serta keterangan saksi-saksi yang telah diperiksa selama persidangan berlangsung.

“Kalau kami tidak dapat, ya kami hanya dari barang bukti dan dari pengakuan terdakwa serta saksi-saksi yang sudah kami periksa. Itu saja,” ucap Iswadi.

Diketahui, tim Oditur Militer mendatangi rumah sakit untuk menjenguk Andrie Yunus. Namun kunjungan tersebut tidak terlaksana lantaran Andrie tidak bersedia.

Selain itu, kondisi medis Andrie Yunus juga belum memungkinkan untuk bertemu karena baru saja menjalani operasi keenam.

“Tadi informasi dari manajemen rumah sakit, ini harus posisi statis. Kalau bergerak sedikit, nanti operasinya akan gagal,” kata Iswadi.

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketua DPR Sebut Isi Film Dokumenter Pesta Babi Sensitive: Harus Diantisipasi secara Baik
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Kejari Kota Malang Musnahkan Narkoba hingga Organ Satwa Liar, Ini Daftarnya
• 8 jam laluberitajatim.com
thumb
Sentil Ahmad Dhani, Lita Gading: Gak Mau Dikritik, Jangan Jadi Pejabat Publik
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Makassar Genjot Literasi Lewat MIWF 2026
• 14 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Puan Tegaskan DPR Kawal Hak Korban Kekerasan Seksual dan Buruh
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.