Soal Ekspor Listrik ke Singapura, Bahlil: Belum Ada Win-win Solution

idxchannel.com
16 jam lalu
Cover Berita

Bahlil menyatakan pemerintah masih mengkaji rencana penjualan listrik ke Singapura. Sebab, kedua negara masih mencari harga yang saling menguntungkan.

Soal Ekspor Listrik ke Singapura, Bahlil: Belum Ada Win-win Solution. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyatakan pemerintah masih mengkaji rencana penjualan listrik ke Singapura. Sebab, kedua negara masih mencari harga yang dianggap bisa saling menguntungkan.

Bahlil mengatakan pembahasan mengenai kerja sama ekspor listrik menjadi salah satu agenda dalam komunikasi bilateral negara-negara ASEAN di sela pelaksanaan KTT ASEAN di Filipina beberapa waktu lalu.

Baca Juga:
Medco Power Siap Ekspor Listrik EBT ke Singapura, Begini Update Proyek yang Sedang Digarap

"Singapura juga meminta kerja sama. Ini sebenarnya ide yang bagus selama saling menguntungkan," ujar Bahlil kepada wartawan di Kantor Kementerian ESDM, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan pemerintah tidak ingin kerja sama ekspor listrik justru merugikan kepentingan nasional. Karena itu, seluruh aspek bisnis dan keekonomian proyek masih dihitung secara mendalam sebelum keputusan final diambil.

Baca Juga:
RI Siap Ekspor Listrik Bersih ke Singapura, Nilai Investasinya Rp815 Triliun

"Untuk Singapura, kita juga akan ekspor, tapi harganya juga harus fair. Selama belum ada pembicaraan win-win solution, maka perlu kajian lebih mendalam," tegas Bahlil.

Pada kesempatan tersebut, dia mengatakan konsep interkoneksi listrik atau power grid ASEAN saat ini terus dikembangkan untuk memperkuat ketahanan energi kawasan di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Baca Juga:
RI-Singapura Matangkan Rencana Ekspor Listrik Bersih, Kepulauan Riau Jadi Hub Industri Teknologi

Indonesia telah membangun jaringan listrik dengan Malaysia dan dalam tahap pengembangan konektivitas menuju Filipina. Dalam skema tersebut, Indonesia menyalurkan listrik dari pembangkit listrik tenaga air (PLTA) di Kalimantan sekaligus melakukan impor listrik dari Malaysia pada kondisi tertentu.

"Seperti kerja sama Malaysia dan Indonesia, kita juga impor listrik dari Malaysia, sementara PLTA kita disalurkan lewat Kalimantan. Itu bagus selama harganya fair," ujar Bahlil. 

Selain kerja sama jaringan listrik regional, pemerintah mendorong pengembangan energi baru terbarukan sebagai bagian dari penguatan ketahanan energi nasional dan ASEAN.

Dalam forum ASEAN, Presiden Prabowo Subianto turut menyampaikan rencana pengembangan biodiesel B50 serta pemanfaatan energi surya hingga 100 gigawatt di Indonesia.

(Febrina Ratna Iskana)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Masih di Jalur Pelemahan, Ditutup di Rp17.529 per USD
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
Bobby Akan Perbaiki Jalan di Tapsel Usai Ada Ibu Hamil Ditandu 6 Jam ke RS
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Kaposwil PRR Aceh tepis tudingan pemulihan Aceh lambat
• 6 jam laluantaranews.com
thumb
MSCI Depak 18 Emiten dari Indeks, 3 Saham Prajogo BREN, TPIA dan CUAN Tersingkir
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Ego, Respect, dan Profesionalisme
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.