HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Maraknya aksi begal di Makassar, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan nasional. Terakhir, seorang remaja berusia 13 tahun menjadi korban pembacokan oleh pelaku kejahatan jalanan. Menanggapi kasus tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta aparat kepolisian bertindak lebih tegas. Termasuk menembak pelaku begal yang membahayakan masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Sahroni menyusul meningkatnya keresahan warga akibat aksi kriminal jalanan yang dinilai semakin brutal dan nekat menggunakan senjata tajam. Menurut Sahroni, aparat kepolisian perlu mengambil langkah cepat dan tegas demi menjaga keamanan masyarakat dari ancaman begal.
Ia meminta seluruh jajaran kepolisian, mulai dari Polda hingga Polsek, tidak ragu mengambil tindakan terukur di lapangan terhadap pelaku kejahatan jalanan.
“Saya minta seluruh Polda menginstruksikan secara klir kepada jajaran di Polres dan Polsek, agar anggotanya berani melakukan tembakan terukur di tempat kepada para pelaku begal. Lumpuhkan mereka, amankan, lalu proses hukum dengan tegas,” kata Sahroni kepada wartawan, Selasa (12/5).
Politikus Partai NasDem itu menilai aksi begal sudah berada pada level yang sangat meresahkan karena para pelaku kerap melukai korban menggunakan senjata tajam.
Remaja 13 Tahun Jadi KorbanSorotan terhadap kasus begal di Makassar menguat setelah seorang bocah berusia 13 tahun menjadi korban serangan brutal.
Korban bersama rekannya sempat berusaha melarikan diri dari kejaran pelaku. Namun nahas, mereka terjatuh saat mencoba menyelamatkan diri.
Dalam kondisi tersebut, korban kemudian disabet parang oleh pelaku hingga mengalami luka serius dan harus mendapat perawatan di RSUD Daya Makassar.
Kasus ini memicu kemarahan publik dan kembali memunculkan desakan agar aparat keamanan meningkatkan patroli di titik-titik rawan kejahatan jalanan.
Polisi Diminta Tak RaguSahroni menilai keterlambatan aparat dalam mengambil tindakan bisa berakibat fatal bagi keselamatan masyarakat.
Karena itu, ia meminta petugas patroli dibekali prosedur dan standar operasi yang kuat agar berani mengambil keputusan cepat saat menghadapi pelaku kriminal bersenjata.
“Kalau aparat terlambat sedikit saja mengambil tindakan, justru nyawa masyarakat yang bisa hilang dibunuh oleh mereka. Pasukan patroli harus dibekali SOP yang kuat agar berani mengambil keputusan di jalan,” imbuhnya.
Dinilai Semakin MengkhawatirkanSebagai Bendahara Umum Partai NasDem, Sahroni menilai aksi begal dan kriminalitas jalanan kini semakin mengkhawatirkan karena pelaku dianggap tidak lagi takut terhadap hukum.
Ia menegaskan perlunya efek jera agar kasus serupa tidak terus berulang di berbagai daerah.
“Begal ini tidak akan pernah habis kalau aparat terlihat ragu dan lembek. Mereka makin merasa tidak takut pada hukum. Maka dari itu aparat harus hadir dengan ketegasan nyata di jalanan. Dan tindakan tegas yang terukur itu juga bukan untuk gagah-gagahan, semata-mata untuk melindungi masyarakat dan menjaga kamtibmas,” pungkas Sahroni. (*)





