Drone Iran Menyerang UEA dan Kuwait, Kapal Kargo Qatar Diserang 

erabaru.net
13 jam lalu
Cover Berita

Pada Minggu (10 Mei), Kementerian Pertahanan Qatar mengkonfirmasi bahwa sebuah kapal kargo di wilayah perairannya diserang drone hingga terbakar. Militer Uni Emirat Arab dan Kuwait juga menyatakan telah menembak jatuh drone serta rudal Iran yang memasuki wilayah udara mereka. Sementara itu, militer AS terus menjalankan blokade laut terhadap Iran. Semakin banyak kapal dagang mengubah rute pelayaran, dan jumlah kapal yang dilumpuhkan oleh militer AS karena mencoba menerobos blokade kini bertambah menjadi empat kapal.

EtIndonesia. Kementerian Pertahanan Qatar dalam pernyataan terbarunya mengatakan bahwa pada Minggu pagi, sebuah kapal dagang yang berlayar dari Abu Dhabi diserang drone di timur laut Mesaieed Port, yang berada di wilayah perairan Qatar. Serangan itu memicu kebakaran kecil di kapal, namun tidak ada korban luka.

Militer Qatar menyatakan bahwa mereka sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan asal-usul drone dan motif serangan tersebut.

Pada saat yang sama, Kementerian Pertahanan United Arab Emirates pada Minggu menyatakan telah menembak jatuh dua drone yang berasal dari Iran. Militer Kuwait juga mengatakan bahwa mereka menembak jatuh beberapa drone musuh yang memasuki wilayah udara negara itu saat fajar.

Amerika Serikat terus melanjutkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Pada Sabtu, United States Central Command menyatakan bahwa sejak blokade dimulai pada 13 April, militer AS telah berhasil mengarahkan 58 kapal dagang untuk mengubah rute dan melumpuhkan empat kapal yang mencoba menerobos blokade. Militer AS menegaskan akan terus menjalankan blokade laut terhadap Iran.

Di sisi lain, juru bicara militer Iran, Brigadir Jenderal Akraminia, dalam wawancara yang ditayangkan Minggu kembali mengancam bahwa negara-negara yang mematuhi sanksi Amerika Serikat terhadap Iran akan mengalami kesulitan melintasi Selat Hormuz.

Saat ini, Amerika Serikat masih menunggu tanggapan Iran atas proposal terbaru yang diajukan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung lebih dari dua bulan dan memulai perundingan damai.

Presiden AS Donald Trump pada Jumat (8 Mei) di Gedung Putih menyatakan bahwa jika perundingan AS-Iran tidak mengalami kemajuan, pihak AS tidak menutup kemungkinan untuk kembali menjalankan “Operation Freedom” guna membantu kapal dagang melintasi selat tersebut, bahkan mungkin meluncurkan versi yang diperluas untuk meningkatkan tekanan militer dan ekonomi terhadap Iran.

Dilaporkan oleh reporter NTD Television, Yan Feng dan Zhang Ruiqi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pembubaran Nobar ‘Pesta Babi’ di Kampus Disorot, Komisi X: Kampus Punya Otonomi Jaga Kondusivitas
• 20 jam laludisway.id
thumb
Ekonomi Malaysia Diprediksi Tumbuh 5,3 Persen pada Kuartal I-2026
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Media 'Homeless' vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
• 20 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Tujuh Tahun Penantian, Impian di Usia Senja, Sali Binti Bando Catat Sejarah JCH Tertua Jeneponto
• 9 jam laluterkini.id
thumb
Harga Cabai Rawit Tembus Rp 90 Ribu/Kg, Pedagang Keluhkan Pasokan
• 18 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.