BSI Salurkan Kredit Rp 198 M untuk 211 Dapur MBG

kumparan.com
11 jam lalu
Cover Berita

PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 198 miliar untuk mendukung operasional 211 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah.

Direktur Risk Management BSI, Grandhis Helmi Harumansyah, mengatakan dukungan itu menjadi bagian dari kontribusi perseroan terhadap program prioritas pemerintah.

“BSI telah mempunyai eksposur kurang lebih kepada sekitar 211 dapur MBG dengan total pembiayaan yang juga mencapai hampir sekitar Rp 200 miliar,” kata Grandhis dalam konferensi pers BSI secara virtual Selasa (12/5).

Dalam paparan Grandhis dijelaskan BSI juga menyediakan layanan virtual account dan Cash Management System (CMS) bagi pengelola dapur MBG. Selain dari sisi pembiayaan, sekitar 1.600 titik dapur MBG telah menggunakan layanan BSI yang tersebar di tiga wilayah utama, yaitu Aceh, Sumatera Barat, dan Nusa Tenggara Barat.

Program prioritas lain yang didukung oleh BSI adalah pengembangan bisnis bullion atau bank emas. Sejak diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025 sebagai bank bullion pertama di Indonesia, BSI kini mengelola sekitar 23,05 ton emas melalui produk tabungan emas, cicil emas, dan gadai emas.

“Artinya bisnis yang diinisiasi, inisiatifnya untuk dijalankan oleh BSI berjalan dengan baik,” imbuhnya.

BSI juga berpartisipasi dalam penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) pemerintah dengan alokasi sekitar Rp 10 triliun.

Di sektor pembiayaan UMKM, outstanding Kredit Usaha Rakyat (KUR) BSI mencapai Rp 25,7 triliun hingga saat ini. Khusus pada kuartal I 2026, penyaluran KUR mencapai Rp 2,61 triliun kepada 17.732 nasabah penerima manfaat.

BSI juga mendukung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) melalui penyaluran kepada sekitar 80.000 koperasi. Sementara itu, untuk program rumah subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), BSI telah menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 145,7 miliar sepanjang kuartal I 2026 kepada 894 nasabah.

Outstanding pembiayaan FLPP BSI tercatat meningkat dari Rp 5,44 triliun pada 2024 menjadi Rp 5,69 triliun pada 2025 dan mencapai Rp 5,72 triliun per Maret 2026.

Sementara Kredit Program Perumahan (KPP) untuk UMKM telah disalurkan sebesar Rp 360 miliar kepada 1.131 nasabah hingga kuartal I 2026. Di sisi pengembang (developer), pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp 4,7 miliar.

Grandhis mengatakan keterlibatan BSI dalam berbagai program pemerintah turut memberikan dampak positif terhadap kinerja perusahaan. “Program pemerintah ini memberikan dampak yang positif kepada kinerja perusahaan,” tutupnya.

Nasabah Tabung Emas BSI Tembus 1 Juta

BSI mengeklaim tetap memiliki ketahanan di tengah potensi era suku bunga tinggi berkepanjangan atau higher for longer. Direktur Finance & Strategy BSI Cahyo mengatakan model bisnis perbankan syariah membuat kinerja bank relatif lebih tahan terhadap perubahan suku bunga acuan.

“Memang bank syariah relatif punya volatilitas yang lebih less sensitive ketika terjadi perubahan suku bunga referensi. Jadi kita telah melakukan test dan Alhamdulillah BSI memiliki ketahanan yang relatif baik menghadapi kondisi tersebut,” ujar Cahyo.

Di sisi lain, BSI juga mencatat jumlah nasabah tabung emas telah menembus 1 juta orang di tengah fluktuasi harga emas global. Cahyo mengatakan BSI mendorong masyarakat menjadikan emas sebagai instrumen investasi jangka panjang, bukan untuk mencari keuntungan jangka pendek dari kenaikan harga.

Menurut dia, melalui fitur bank emas di aplikasi BSI BYOND, masyarakat sudah bisa membeli emas mulai Rp 50 ribu. Nasabah juga dapat menjual maupun mentransfer emas dalam nominal kecil agar investasi emas lebih terjangkau bagi masyarakat luas.

“Kita mengedukasi bahwa investasi emas ini adalah bagian persiapan kita untuk jangka menengah dan panjang dan kita gunakan untuk kepentingan-kepentingan yang jauh lebih besar lagi,” tutupnya.

Dia juga membeberkan sepanjang 2025 nasabah BSI bertambah sebanyak 2 juta. Menurut dia pencapaian ini merupakan yang pertama kali dalam sejarah BSI.

“Rasanya insya Allah di tahun 2026 pencapaian tersebut bisa dilampaui. Tentu ini menjadi istimewa yang menggambarkan dalam 5 tahun terakhir sudah lebih dari 9 juta nasabah baru bergabung dengan Bank Syariah Indonesia,” tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejagung Tetapkan Bos Toshida Indonesia Jadi Tersangka Korupsi Nikel Sultra
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Arsari Tambang akan Bangun Pusat Riset Timah dan REE di Bangka, Ini Urgensinya bagi Hilirisasi Mineral Nasional
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Link Live Streaming Timnas Indonesia U-17 Vs Jepang di Piala Asia U-17 2026
• 4 jam lalubola.com
thumb
Cuaca Hari Ini Selasa 12 Mei 2026, BMKG: Sebagian Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Lebat
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Media 'Homeless' vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
• 13 jam lalumediaapakabar.com
Berhasil disimpan.