Pelemahan Rupiah dan Sentimen MSCI Tekan Indeks Bisnis-27

bisnis.com
13 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Bisnis-27 ditutup di zona merah pada perdagangan Selasa (12/5/2026), di tengah tekanan pelemahan rupiah serta sikap wait and see pelaku pasar menjelang pengumuman hasil review MSCI. Saham AMRT, JPFA, dan ANTM menjadi penekan utama indeks.

Berdasarkan data IDX Mobile, indeks hasil kerja sama Bursa Efek Indonesia dan Harian Bisnis Indonesia itu ditutup melemah 0,37% atau 1,71 poin ke level 464,08. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di rentang 456,98 hingga 468,48.

Dari sisi likuiditas, nilai transaksi saham-saham yang tergabung dalam indeks Bisnis-27 mencapai Rp5,23 triliun dengan volume perdagangan sekitar 3,45 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 400,4 ribu kali.

Sebanyak 10 saham konstituen ditutup menguat, 15 saham melemah, dan 2 saham bergerak stagnan.

Tekanan terdalam terjadi pada saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT) yang turun 4,71% ke level Rp1.415. Selanjutnya, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) melemah 3,56% ke level Rp2.440 dan saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) terkoreksi 3,51% ke posisi Rp3.570.

Pelemahan juga terjadi pada saham PT Astra International Tbk. (ASII) yang turun 3,31% ke level Rp5.850 serta saham PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) yang melemah 2,44% ke level Rp600.

Baca Juga

  • Menanti Review MSCI, Indeks Bisnis-27 Dibuka Turun Dipicu Koreksi AMRT & ASII
  • Daftar Terbaru 10 Saham dengan Bobot Terbesar di Indeks MSCI Indonesia
  • Indeks Bisnis-27 Ditutup Turun, Saham INCO, MBMA hingga MAPI Tetap Melaju

Di sisi lain, sejumlah saham mampu menopang indeks. Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADMR) menguat 6,12% ke level Rp2.600, disusul saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang naik 2,36% ke level Rp3.910.

Selanjutnya, saham PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) menguat 1,92% ke level Rp1.590, saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) naik 1,33% ke level Rp760, dan saham PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) menguat 1,28% ke level Rp474.

Tim riset Sinarmas Sekuritas menilai tekanan pasar masih dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.500 per dolar AS.

Selain itu, pelaku pasar juga masih mencermati pengumuman hasil review MSCI yang dinilai berpotensi memicu volatilitas pada saham-saham big caps domestik.

Dari sisi domestik, sentimen pasar turut dipengaruhi oleh ketidakpastian terkait kebijakan royalti minerba setelah sempat terjadi miskomunikasi antar-kementerian mengenai implementasi aturan tersebut.

_____

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wapres Gibran: MRT Jakarta Fase 2A Bundaran HI-Monas Beroperasi 2027
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
Kapan Gaji ke-13 Pensiunan 2026 Cair? Ini Jadwal dan Rinciannya
• 17 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Makassar Genjot Literasi Lewat MIWF 2026
• 14 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Rupiah Melemah Tembus Rp17.503, Tertekan Konflik di Selat Hormuz
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Akademisi Unkris Soroti Pentingnya Regulasi Mobil Listrik Usai Tragedi Kecelakaan KA Bekasi
• 17 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.