Mensos Coret 11 Ribu Penerima Bansos Main Judi Online

detik.com
12 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan telah mencoret lebih dari 11 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) bansos yang terindikasi terlibat judi online (judol) pada triwulan pertama 2026. Jumlah tersebut disebut menurun drastis dibandingkan temuan sebelumnya yang mencapai ratusan ribu penerima bansos.

"Untuk tahun 2026 ini ada 11.000 lebih yang kami coret di Triwulan pertama dan untuk triwulan kedua itu ada 75 KPM (keluarga penerima manfaat) yang kami coret. Artinya apa? Artinya sudah ada penurunan secara drastis ya, pemanfaatan bantuan sosial untuk kepentingan judol," kata Gus Ipul kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

Baca juga: Tak Ada Toleransi Buat 320 WNA Admin Judol, Pidana dan Imigrasi Diusut

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang telah membantu pemerintah melakukan penelusuran data penerima bansos yang terindikasi judi online. Tahun ini Kemensos juga akan menyerahkan data terbaru hasil pemutakhiran Badan Pusat Statistik (BPS) kepada PPATK untuk dilakukan pemadanan data.

"Jadi, saya berterima kasih dengan PPATK yang telah memberikan informasi cukup baik sehingga kita bisa memberikan bansos kepada mereka yang lebih membutuhkan dan dimanfaatkan dengan benar," ujarnya.

"Ini pelajaran yang paling penting. Nah, tahun ini kami akan juga mencoba untuk menyerahkan data-data terbaru hasil pemutakhiran BPS kepada PPATK untuk dilakukan pemadanan, sekaligus menjadi koreksi jika ada KPM-KPM yang terlibat di dalam bidang tersebut," lanjut Gus Ipul.

Baca juga: Gus Ipul Awasi BLTS di Jatinegara, Ingatkan Warga Gunakan Secara Bijak

Terkait status pencoretan penerima bansos yang terindikasi judol, Gus Ipul mengatakan saat ini pencoretan bersifat permanen. Sebelumnya, pemerintah sebelumnya sempat memberikan kesempatan sekali kepada sebagian penerima bansos setelah dilakukan verifikasi.

"Sampai sekarang ya kita sudah, sudah permanen ya. Kemarin yang tahun lalu masih kita beri sekali lagi kesempatan. Kita beri sekali kesempatan. Tidak semua juga, hanya pihak tertentu setelah hasil kroscek memang mereka sangat membutuhkan. Tetapi tentu kita beri pendampingan, jangan sampai mengulang lagi. Kalau mengulang lagi, akan kita coret selamanya," ujarnya.




(eva/idn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
WNA di Jakarta yang Kontak Erat Hantavirus Kapal Pesiar Dinyatakan Negatif
• 16 jam lalujpnn.com
thumb
Pengeluaran Panti Bertambah Usai 2 Siswa MA yang Nunggak Seragam Pindah Sekolah
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
BMKG: Prakiraan Cuaca Jakarta Selasa 12 Mei 2026, Berawan Hingga Hujan
• 22 jam lalunarasi.tv
thumb
Cegah Bansos Salah Sasaran, Pemerintah Perkuat Digitalisasi Data
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
Industri Otomotif AS Ketar-ketir, Trump Didesak Tolak Mobil Cina
• 15 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.