Nama Kalis Mardiasih belakangan ramai diperbincangkan publik setelah akun media sosialnya mendadak tidak bisa ditemukan. Hilangnya akun media sosial ini menjadi perhatian banyak pihak, termasuk penulis @okkisutanto mengunggah postingan terkait hal ini lewat akun Thread miliknya.
Padahal, Kalis Mardiasih selama ini cukup aktif dan vokal membahas isu perempuan, patriarki, hingga budaya digital di Indonesia. Tidak sedikit pula yang menilai sosoknya sebagai salah satu suara Muslimah progresif yang cukup berpengaruh di media sosial. Namun seperti apa sepak terjangnya seorang Kalis Mardiasih? Simak penjelasannya berikut ini!
Penulis Sekaligus Aktivis Perempuan Asal BloraKalis Mardiasih/Foto: Instagram @kalis.mardiasih
Melansir situs pribadinya, kalis.id, Kalis Mardiasih lahir di Blora, Jawa Tengah, pada 16 Februari 1992. Ia dikenal sebagai penulis yang cukup vokal membahas keberagaman, perempuan, dan kesetaraan gender dalam perspektif Islam.
Kalis sendiri merupakan lulusan Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Saat ini, ia berbasis di Yogyakarta dan aktif menulis di berbagai media digital, dan tercatat sudah menerbitkan beberapa buku. Selain itu, dia juga sering menjadi pembicara di berbagai forum sosial dan literasi.
Dalam situs pribadinya, Kalis Mardiasih juga memperkenalkan diri sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama (NU) dan cukup aktif membawa perspektif Islam moderat dalam berbagai pembahasannya. Kedekatannya dengan nilai-nilai NU turut memengaruhi cara pandangnya dalam membahas isu perempuan, toleransi, dan keberagaman di ruang publik.





