Dinas Pendidikan Kota Surabaya minta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memperketat kualitas Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum didistribusi ke sekolah.
Febrina Kusumawati Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya menyatakan, permintaan itu bentuk evaluasi dari kasus keracunan yang menimpa 200-an siswa SD dan SMP di kawasan Tembok Dukuh pada Senin (11/5/2026) diduga usai mengonsumsi MBG.
Pasalnya, guru di sekolah sudah menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP), yaitu mengecek bau dan tampilan makanan sebelum pembagian ke siswa.
“Kalau misalkan SOP sudah dijalankan, tidak ditemukan apa-apa yang mencurigakan, berarti kan harus ada apa namanya cek ekstra dari substansi materi atau bahan makan atau makanan yang sudah betul-betul ready. Ternyata kalau kesimpulannya dari bau tak ada apa. Ternyata ya masih ada yang begitu (keracunan). Berarti sebelum itu harus dicek,” terang Febrina pada Selasa (12/5/2026).
Febrina memastikan usai pengecekan kemarin, tidak ada bau atau tampilan mencurigakan sehingga MBG tetap dibagikan.
“Berarti kan memang ada substansi yang lebih dalam yang harus diperhatikan,” ucapnya.
BACA JUGA: Kepala Staf Kepresidenan Minta BGN Tutup Dapur SPPG yang Bermasalah
BACA JUGA: DPRD Surabaya Akan Evaluasi Total Pengawasan Program MBG Usai 200 Siswa Keracunan
Menurutnya, SPPG harus meningkatkan SOP untuk memastikan makanan aman dibagikan, termasuk kombinasi menu memungkinkan terjadi proses kimia dalam tubuh yang bisa menimbulkan reaksi tertentu.
“Jadi kalau misalkan makan kadang-kadang kan ada makan sesuatu dicampur dengan sesuatu kan ada proses kimia yang mungkin terjadi di dalam tubuh itu. Itu rasanya juga butuh didalami,” kata Febrina.
“Kalau hari ini ada kejadian seperti itu harus di dalami tidak hanya sekedar ngomong bau sama tekstur tapi lebih dalam itu perlu apa yang harus diketati oleh teman-teman yang melakukan pengelolaan SPPG gitu,” imbuhnya.
Dia juga minta evaluasi itu benar-benar dilakukan agar ke depan setelah hasil uji sampel MBG keluar, lalu SPPG kembali beroperasi, maka anak dan orang tua tidak trauma.
“Kami pelajari bahwa sebetulnya yang membuat kejadiannya ada unsur sampai keracunan itu apa. Ya itu nanti ya dengan proses-proses yang harus kita lakukan kalau semuanya itu sudah rampung. Rasanya oke (dilanjutkan berjalan),” tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Pemkot Surabaya memastikan guru sudah mengecek makanan sebelum dibagikan ke siswa kemarin, sampai akhirnya 200 pelajar mengeluh keracunan diduga usai mengonsumsi MBG. (lta/saf/ipg)




