Jumlah Nasabah Emas BSI (BRIS) Tembus 1 Juta Meski Harga Fluktuatif

cnbcindonesia.com
13 jam lalu
Cover Berita
Foto: Tower Bank Syariah Indonesia (BSI). Istimewa

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) mengungkapkan bahwa jumlah nasabah tabungan emas sudah mencapai 1 juta per bulan April 2026. Sementara hingga kuartal I-2026, jumlah nasabah tabungan emas di bank syariah terbesar Ri itu sudah mencapai hampir 900.000.

Direktur Finance & Strategy BSI, Ade Cahyo Nugroho menyebut pertumbuhan pesat dari bisnis emas tersebut turut berdampak terhadap peningkatan fee based income bank itu. Jumlah pertumbuhan itu mencapai 2.700% secara tahunan dan memegang porsi 10,63% dari seluruh fee based income.


Baca: Rata-rata Harga Komoditas Tambang Pada Naik, Ini Buktinya

Secara keseluruhan, fee based income BSI mencapai Rp2,09 triliun per kuartal I-2026, naik 22,30% secara tahunan.

"Kalau kita lihat driver utamanya memang adalah salah satunya adalah produk emas kita, dengan kenaikan jumlah nasabah yang mencapai lebih dari 1 juta. Memang ini sangat mendorong pertumbuhan fee-based income kita," ujarnya saat Press Conference Kinerja Triwulan I-2026 BSI secara virtual, Selasa (12/5/2026).

Terkait dengan harga emas yang mengalami fluktuasi sepanjang awal tahun ini. Cahyo mengatakan BSI menjalan strategi membuka akses dan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia untuk dapat memiliki dan mulai menabung emas.

"Jadi pendekatan kita bukan untuk kepada nasabah bukan untuk fokus kepada kenaikan harga yang naik dan turun setiap hari berubah-ubah, tapi membangun disiplin bagaimana setiap orang bisa mulai menyisihkan uangnya untuk dibelikan emas. Sehingga menjadi akumulasi yang nanti akan bermanfaat untuk masa depan dari nasabah," terang Cahyo.

Selain itu, bank pelat merah juga memahami adanya fenomena daya beli masyarakat yang menurun. Maka demikian, di super app BYOND by BSI terdapat fitur menabung emas yang bisa dimulai dari Rp50.000, serta fitur menjual atau transfer emas ddalam jumlah yang sangat kecil.

"Jadi itu niat kami adalah kita mengedukasi bahwa investasi emas ini adalah bagian persiapan kita untuk jangka menengah dan panjang. Dan kita gunakan untuk kepentingan-kepentingan yang jauh lebih besar lagi. termasuk misalkan untuk berhaji. Bukan sekedar kita membeli lalu berharap harga naik dalam short term. Jadi itu yang kita edukasi kepada nasabah," pungkas Cahyo.


(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Kabar Ini Bikin IHSG Anjlok Lebih 1% & Rupiah ke Rp 17.500/USD

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Siaran Langsung SBY Cup 2026: Mulai Siang Hari, Diramaikan Para Pemain Bintang Hingga Klub Papan Atas di Indonesia
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
BEI Buka Suara Soal Dugaan Fraud Laporan Keuangan Telkom (TLKM)
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Timnas Futsal Indonesia Terus Berprestasi Belakangan Ini, Erick Thohir Minta FFI Juga Naik Kelas
• 9 jam lalubola.com
thumb
KSP Dudung Tegur SPPG Tak Layak: Kalau Hanya Penuhi Target, Catering Juga Bisa
• 19 jam lalukompas.com
thumb
Latihan Gabungan Digelar di Pelabuhan Tanjung Priok, Cegah Terorisme dan Aksi Anarkis!
• 8 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.