KSP Dudung Tegur SPPG Tak Layak: Kalau Hanya Penuhi Target, Catering Juga Bisa

kompas.com
16 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman memperingatkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh hanya mengejar target.

Seusai melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Jakarta Barat, Selasa (12/5/2026), Dudung menegaskan bahwa SPPG harus memastikan nilai gizi dan kesehatan para penerima manfaat program MBG.

“Kalau hanya untuk memenuhi target makanan, catering juga bisa. Tetapi yang paling penting bukan sekadar makanan tersaji, melainkan nilai gizi dan kesehatannya. Itu yang selalu ditekankan Bapak Presiden,” ucap Dudung, Selasa, dikutip dari keterangan tertulis.

Baca juga: KSP Dudung Temukan Dapur MBG di Jakbar Banyak Belatung dan Sampah: Tutup Saja kalau Tak Diperbaiki

Dudung mengatakan, program MBG harus dikawal secara ketat agar berjalan cepat, aman, akuntabel, dan benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak Indonesia.

Ia menyebutkan, KSP juga akan segera mengaudit SPPG secara cepat dan memverifikasi secara nasional.

"Nanti akan ada klasifikasi, apakah layak penuh, layak bersyarat, atau tidak layak sehingga tidak bisa operasional,” ujar Dudung.

Mantan kepala staf TNI Angkatan Darat ini menegaskan, sertifikat dan proses verifikasi dapur SPPG tidak boleh berhenti pada aspek administrasi.

Baca juga: Dudung Sidak SPPG di Petamburan dan Kebon Jeruk: Dua Dapur Ini Tidak Layak!

Menurut Dudung, yang paling penting adalah memastikan kondisi faktual di lapangan benar-benar memenuhi standar kesehatan, kebersihan, dan keamanan pangan.

“Masalah sertifikat dan verifikasi ini tidak terbatas hanya administrasi saja, tetapi harus diyakinkan betul, terutama faktor Kesehatan untuk penerima manfaat. Dua dapur yang saya sidak ini tidak layak,” tegasnya.

Dalam sidak di dua SPPG pada hari ini, Dudung menemukan ada sejumlah persoalan serius, terutama terkait kebersihan, tata kelola dapur, dan standar kesehatan pangan.

Sejumlah masalah yang ditemukan antara lain area dapur yang kotor, keberadaan belatung, pallet yang tidak memenuhi standar sehat, tempat pencucian yang tidak layak, ruangan dapur yang panas, serta area dapur kering, penyimpanan basah, dan gudang kering yang masih bercampur.

Baca juga: KSP Dudung Ungkap Sulitnya Bangun Dapur MBG di Jakarta: Tak Ada Lahan dan Biaya Besar

Dudung menilai, pemisahan antara area kotor dan area bersih merupakan prinsip dasar dalam pengelolaan dapur makanan.

Oleh karena itu, ia mengancam agar dapur SPPG yang tidak memenuhi standar segera diperbaiki dalam waktu dekat, jika tidak akan ditutup.

“Kalau tidak bisa diperbaiki dalam waktu dekat, segera ditutup saja. Saya sampaikan ke BGN,” kata Dudung menegaskan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

KSP juga berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional untuk menindaklanjuti temuan di lapangan agar dapur SPPG yang tidak memenuhi standar segera diskors.

“Yang jelas saya sudah berkoordinasi dengan Kepala BGN dan Wakil Kepala BGN. Setelah saya melihat langsung kondisi di lapangan, kita dorong kepada Kepala BGN agar dapur yang tidak memenuhi standar di-suspend saja,” ujar mantan Pangdam Jaya itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TAUD Minta Dakwaan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dicabut, Ini Alasannya
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
IHSG Buntuti Pegerakan Wall Street, Begini Proyeksinya?
• 18 jam lalumedcom.id
thumb
Juri Cerdas Cermat MPR Indri Wahyuni Ternyata Punya Kekayaan Rp3,98 Miliar
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
PPIH Minta Jemaah Haji Indonesia Kendalikan Penyakit Komorbid dan Hindari Kelelahan
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
OJK Minta Investor Tak Panik Jelang Pengumuman Rebalancing MSCI, Begini Alasannya
• 17 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.