Rahasia Veda Ega Asapi Lagi Hakim Danish dan Brian Uriarte di Moto3 Prancis Terbongkar: “Saya Tak Mau Terlalu Agresif”

harianfajar
1 hari lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, JAKARTA – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali mencuri perhatian di ajang Moto3 Prancis 2026. Meski sempat tercecer dari rombongan depan akibat trek licin, rider Honda Team Asia itu sukses finis di posisi keempat. Dia malah kembali mengasapi Hakim Danish dan Brian Uriarte. Veda pun membongkar rahasia di balik performa gemilangnya di lintasan basah.

Balapan Moto3 Prancis 2026 berlangsung dalam kondisi cuaca yang sulit. Trek Le Mans yang basah membuat banyak pembalap kehilangan grip hingga terjatuh.

Situasi itu juga sempat membuat Veda Ega dilanda kekhawatiran sebelum balapan dimulai. Pembalap asal Gunungkidul tersebut mengaku hampir mengalami crash ketika sesi pemanasan.

“Perasaannya sangat bagus, jujur saja. Saat pemanasan saya hampir terjatuh dan sebelum balapan saya sedikit takut karena kondisinya benar-benar sulit, apalagi ini adalah balapan Grand Prix basah pertama saya di Moto3,” ujar Veda dalam keterangan resmi Honda Team Asia, Senin (11/5/2026).

Kondisi sulit itu membuat Veda memilih pendekatan berbeda dibanding biasanya. Ia tidak ingin terlalu memaksakan diri sejak awal lomba.

Pilih Tenang, Bukan Agresif

Start dari posisi keenam, Veda sebenarnya memiliki peluang untuk langsung bersaing di grup depan. Namun kondisi lintasan yang berbahaya membuatnya sempat tercecer keluar 10 besar.

Alih-alih panik, Veda memilih menjaga ritme dan fokus bertahan di lintasan. Strategi itu justru menjadi titik balik performanya.

“Jadi sebelum start, target saya hanya finis dan membawa pulang poin untuk tim,” lanjutnya.

Keputusan untuk tidak tampil agresif terbukti efektif. Saat banyak pembalap mulai kehilangan kendali dan terjatuh, Veda perlahan naik posisi.

“Di awal balapan saya kehilangan beberapa posisi karena ada momen berbahaya di depan saya. Namun setelah itu saya mulai merasa lebih nyaman lap demi lap. Saya mencoba tetap tenang, tidak terlalu agresif, tetapi juga tidak terlalu berhati-hati, hanya berusaha menemukan ritme yang tepat,” ungkapnya.

Pendekatan matang itu membuat Veda kembali mampu mengasapi sejumlah rival beratnya, termasuk Hakim Danish dan Brian Uriarte yang sebelumnya juga tampil kompetitif sepanjang musim ini.

Cerdas Manfaatkan Momentum

Balapan basah di Le Mans benar-benar menjadi ujian konsentrasi bagi para pembalap muda Moto3. Banyak rider gagal menyentuh garis finis akibat crash di beberapa tikungan krusial.

Veda mengaku sengaja memanfaatkan situasi tersebut untuk menjaga peluang finis di posisi depan tanpa mengambil risiko berlebihan.

“Saya melihat banyak pembalap terjatuh dan saya mencoba memanfaatkan situasi sambil tetap fokus. Pada akhirnya saya mencoba mengejar grup podium, tetapi ban belakang mengalami penurunan performa cukup besar di lap-lap terakhir,” tambah Veda Ega.

Meski gagal naik podium, finis keempat tetap menjadi hasil spesial bagi pembalap 17 tahun itu. Terlebih, ini adalah pengalaman pertamanya menjalani balapan Grand Prix Moto3 dalam kondisi trek basah.

“Bagaimanapun, finis di posisi keempat pada Grand Prix Moto3 basah pertama saya adalah hasil yang sangat positif bagi saya dan tim. Saya ingin berterima kasih kepada semua orang atas kerja keras mereka akhir pekan ini,” pungkasnya.

Konsisten di Moto3 2026

Performa di Le Mans semakin mempertegas konsistensi Veda Ega sepanjang musim Moto3 2026. Dari lima seri yang sudah berlangsung, rider Honda Team Asia tersebut rutin finis di posisi enam besar.

Sebelumnya, Veda juga sukses merebut podium ketiga pada Moto3 Brasil. Satu-satunya hasil buruk datang di GP Amerika Serikat setelah dirinya mengalami kecelakaan dan gagal finis.

Kini Veda menempati posisi kelima klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 50 poin. Ia berada di bawah Maximo Quiles (115 poin), Adrian Fernandez (69), Alvaro Carpe (53), dan Valentin Perrone (52).

Catatan tersebut membuat Veda semakin diperhitungkan sebagai kandidat kuat rookie of the year Moto3 2026 sekaligus menjadi salah satu pembalap Asia paling menjanjikan musim ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usai Dihujat Netizen, Indri Wahyuni Juri Cerdas Cermat MPR Masih Sempat Bahas Endorse: yang Iri Makin Panas
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Gelar RUPST, LPCK Tetapkan Jajaran Dewan Komisaris dan Direksi Baru
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Jaksa Tuntut Nadiem Makarim 18 Tahun Penjara di Kasus Chromebook, Uang Pengganti Capai Rp5,6 Triliun
• 50 menit lalutvonenews.com
thumb
Bakom: Listrik di Seluruh Desa Terdampak Banjir Sumatera 100 Persen Pulih
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Brigadir SA yang Menipu Bisa Bebaskan Tahanan Akhirnya Ditangkap, Kini Jadi Tahanan Propam
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.