Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah pusat mendorong daerah tidak lagi berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan pembangunan dan ekonomi. Sinergi antardaerah dinilai menjadi kunci menghadapi tekanan global, mulai dari krisis energi hingga perubahan iklim.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus saat menghadiri Gala Dinner Malam Keakraban Mitra Praja Utama (MPU) di Semarang, Jawa Tengah, Senin (11/5/2026).
Advertisement
Menurut Wiyagus, kerja sama antardaerah kini bukan lagi sekadar urusan administratif, melainkan sudah menjadi kebutuhan strategis nasional. Karena itu, pemerintah daerah (Pemda) diminta memperkuat kolaborasi dalam menjalankan pemerintahan maupun pembangunan.
“Kerja sama antardaerah bukan lagi sekadar pilihan administratif tetapi sudah menjadi kebutuhan strategis nasional,” ujarnya.
Wiyagus menilai tantangan global yang semakin kompleks membuat daerah tidak bisa lagi bekerja sendiri-sendiri. Ketidakpastian geopolitik dunia, ancaman krisis energi, hingga perubahan iklim membutuhkan respons bersama antarwilayah.
Dia juga menyoroti peran strategis sepuluh provinsi anggota MPU yang dinilai memiliki kapasitas fiskal kuat dan kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Kawasan Pulau Jawa sendiri disebut menyumbang lebih dari 57 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Karena itu, menurut dia, potensi tiap daerah harus saling melengkapi melalui keunggulan komparatif masing-masing.




