Di Forum PBB, Pemerintah Ungkap Dampak Kebakaran Hutan di Indonesia Turun 86 persen, Apa Rahasianya?

disway.id
9 jam lalu
Cover Berita

NEW YORK, DISWAY.ID -- Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menyampaikan, Indonesia berhasil menurunkan luas lahan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus terus mendorong pengakuan hutan adat sebagai bagian dari pengelolaan hutan yang inklusif.

Hal tersebut disampaikan Raja Juli dalam United Nations Forum on Forests (UNFF) yang diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat, Senin (11/5) waktu setempat.

Dalam forum tersebut, Raja Juli mengatakan pemerintahan Prabowo Subianto berkomitmen menjalankan pengelolaan hutan berkelanjutan sejalan dengan target Global Forest Goals 2030 sebagaimana tercantum dalam UN Strategic Plan for Forests 2017–2030.

BACA JUGA:Apakah Berkurban Idul Adha 2026 Boleh Dibayar Pakai Uang Utang? Ini Penjelasan Ustadz Khalid Basalamah dan UAS

Sekadar informasi, UN Strategic Plan for Forests merupakan kerangka kerja global untuk mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan dan menekan deforestasi.

Dokumen tersebut memuat enam target utama Global Forest Goals, termasuk pemulihan tutupan hutan, perlindungan ekosistem hutan, dan peningkatan manfaat ekonomi serta sosial bagi masyarakat.

"Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Indonesia berkomitmen terhadap pengelolaan hutan secara berkelanjutan sebagai bagian integral dari aksi iklim, konservasi biodiversitas, ketahanan ekonomi, dan pembangunan berkelanjutan," jelas Raja Juli.

Lebih lanjut, ia memaparkan sejumlah capaian Indonesia dalam mendukung target utama Global Forest Goals PBB.

BACA JUGA:Nah! MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Empat Pilar Kalbar usai Viral Salah Penilaian

Pertama, terkait pemulihan tutupan hutan, Raja Juli mengatakan Indonesia berhasil menurunkan luas karhutla hingga 86 persen dalam satu dekade terakhir berkat penguatan sistem peringatan dini dan pengawasan.

Adapun berdasarkan data Kementerian Kehutanan, luas karhutla pada 2025 tercatat sebesar 359.619 hektare (ha), atau turun drastis dibandingkan 2,6 juta ha pada 2015.

"Kemudian, pemerintah juga berkomitmen untuk merehabilitasi 12 juta hektare lahan kritis melalui kemitraan kuat dengan komunitas lokal dan pihak swasta," imbuh dia.

Kedua, terkait perlindungan ekosistem hutan, Raja Juli mengatakan pemerintah saat ini tengah memproses pengakuan 1,4 juta hektare hutan adat sebagai bagian dari pengelolaan hutan yang inklusif dan partisipatif.

BACA JUGA:Rupiah Babak Belur Sentuh Rp17.500, Purbaya Siap Hadapi DPR

Sebelumnya, pemerintah menargetkan pengakuan 1,4 juta hektare hutan adat hingga 2029 mengingat masyarakat adat dinilai sebagai penjaga hutan terbaik.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
321 WNA Terseret, Puan Wanti-Wanti Indonesia Jangan Sampai Jadi Pusat Judi Online
• 13 jam laludisway.id
thumb
Peneliti UGM: Biomassa Harapan Baru Industri Plastik di Tengah Lonjakan Harga Minyak
• 20 jam laluberitajatim.com
thumb
Mengapa Deretan Ilmuwan Top Tiongkok Berturut-turut Meninggal Dunia Secara Misterius?
• 18 jam laluerabaru.net
thumb
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
MC Lomba Cerdas Cermat MPR Minta Maaf, Akui Ucapannya Tak Pantas
• 3 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.