Jakarta, VIVA – Tren lari di Indonesia tampaknya belum menunjukkan tanda melambat. Setelah beberapa tahun terakhir dipenuhi euforia fun run, half marathon, hingga marathon internasional, kini semakin banyak pelari Indonesia yang mulai memasang target lebih tinggi: menembus ajang World Marathon Majors (WMM), termasuk Berlin Marathon yang dikenal sebagai salah satu lomba lari paling bergengsi di dunia.
Bagi komunitas pelari, bisa berlari di Berlin bukan sekadar soal olahraga. Ajang ini dianggap sebagai pencapaian besar karena slot peserta yang terbatas dan persaingan global yang ketat. Tidak sedikit pelari yang harus mencoba berkali-kali hanya untuk mendapatkan kesempatan berlari di sana. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Melihat antusiasme tersebut, program bertajuk Road to Marathon in Berlin 2026 dibuka, yang memberi kesempatan bagi empat peserta asal Indonesia untuk mendapatkan paket perjalanan penuh menuju Berlin Marathon 2026.
Program yang berlangsung mulai 1 April hingga 30 Juni 2026 ini mencakup biaya ballot marathon, tiket pesawat, akomodasi, hingga uang saku selama di Berlin.
Menurut Country Head PT Vinda Internasional Indonesia, Abraham Nandiwardhana, pemilihan Berlin Marathon bukan tanpa alasan. Ia menilai semangat dalam ajang tersebut memiliki kesamaan dengan filosofi konsistensi yang selama ini dibangun brand tersebut.
"Tempo lahir dari satu keyakinan — bahwa kualitas bukan kemewahan sesaat, melainkan standar hidup yang dipegang setiap hari. Lari marathon di Berlin merepresentasikan hal yang sama: konsistensi, ketahanan, dan performa terbaik yang lahir dari pilihan personal yang tidak pernah setengah-setengah. Program ini adalah cara kami menghadirkan spirit secara nyata, kepada konsumen Indonesia yang memang sudah hidup dengan standar tersebut," ujar Abraham saat konferensi pers di Jakarta, Selasa 12 Mei 2026.
Fenomena meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga lari memang semakin terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang 2025 saja, tercatat lebih dari 550 ajang lari digelar di berbagai kota di Indonesia. Dari sekadar aktivitas akhir pekan, lari kini berkembang menjadi bagian dari gaya hidup urban yang identik dengan kesehatan, komunitas, hingga pencapaian personal.
Tak heran, komunitas lari juga mulai menjadi bagian penting dalam perkembangan kultur olahraga ini. Dalam program tersebut, Tempo sejumlah komunitas digandeng seperti RIOT Indonesia, Serikat Pelarian, Wake and Run, hingga Indo Runner Surabaya.





