Grid.ID - Ery Makmur ceritakan alasan di balik keputusannya menurunkan berat badan secara drastis. Ia mengaku perubahan tersebut dilakukan demi menjaga kesehatan dan menghindari obesitas.
Ery mengatakan keputusan untuk hidup lebih sehat muncul setelah dirinya banyak memikirkan masa depan keluarga. Terutama, ia tidak ingin kondisi kesehatannya justru menyulitkan anak-anaknya di kemudian hari.
“Demi anak, karena saya mikir gini kalau saya amit-amit meninggal di kondisi obesitas, kayaknya saya dzolim sama anak saya karena keberatan mengangkat keranda mayat,“ ujarnya dikutip dari FYP Trans7 pada Selasa (12/5/2026).
Ia mengaku tidak ingin anak-anaknya merasa kesulitan jika suatu saat harus menghadapi kondisi terburuk dalam hidupnya. Pikiran itulah yang akhirnya membuat Ery mulai serius menjaga berat badan.
“saya enggak mau anak saya keberatan pada saat mengangkat keranda mayat ayahnya. Jadi itu yang memotivasi,“ ucapnya. Sejak saat itu, Ery mulai perlahan mengubah gaya hidup yang selama ini dijalaninya.
Perjalanan menurunkan berat badan tersebut tidak dilakukan secara instan. Ery membutuhkan waktu cukup panjang untuk mencapai perubahan yang diinginkannya.
“Prosesnya 15 bulan, jaga makan, olahraga, jaga hati,“ katanya.
Menurut Ery, faktor kesehatan menjadi alasan utama dirinya rela mengubah penampilan. Meski begitu, keputusan tersebut bukan hal yang mudah karena selama ini dirinya identik dengan tubuh besar.
“Ya alasannya intinya kesehatan lah. Karena sebenarnya ini sebuah keputusan yang besar, karena dari dulu kan mindsetnya gendutku ini mendatangkan rezeki kan,“ ungkapnya.
Ery bahkan sempat berdiskusi dengan sang istri sebelum memulai program dietnya. Ia takut kehilangan pekerjaan karena penampilannya sudah tidak lagi sesuai dengan karakter yang biasa ditawarkan kepadanya.
“Bahkan ketika mau proses diet sempat diskusi sama istri kalau nanti enggak ada job lagi gimana. Dan benar, tahun lalu enggak ada, bahkan tiga judul itu di cancel karena ketika meeting saya kurus,“ tuturnya. Kondisi tersebut sempat membuat dirinya harus menghadapi kenyataan pahit dalam kariernya.
Meski demikian, Ery mencoba tetap berpikir positif dan tidak menyesali keputusan yang sudah diambilnya. Ia percaya rezeki bisa datang kapan saja selama dirinya tetap berusaha dan menjaga kesehatan.
“Akhirnya mikir rezeki akan datang kapan aja, dan satu lagi jangan pernah suudzon sama keadaan,“ tutupnya.(*)
Artikel Asli




