JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan sejumlah wilayah Indonesia masih mengalami suhu panas cukup tinggi selama periode 7 hingga 10 Mei 2026.
BMKG melalui laman resminya mencatat suhu maksimum lebih dari 35,0 hingga 36,5 derajat Celsius terjadi di sejumlah wilayah, meliputi Kalimantan Timur, Papua Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan Tengah.
Penyebab Cuaca PanasKondisi tersebut terjadi seiring masuknya masa peralihan musim dari musim penghujan ke kemarau.
Baca Juga: Peringatan Dini Cuaca BMKG 13-14 Mei 2026, Puluhan Wilayah Ini Berpotensi Diguyur Hujan Lebat
Peralihan tersebut menyebabkan radiasi Matahari mencapai permukaan Bumi secara maksimal akibat berkurangnya tutupan awan di beberapa daerah.
Meski cuaca terasa terik pada siang hari, BMKG menjelaskan kondisi tersebut justru dapat memicu pola konvektif udara yang cukup signifikan.
Hal ini berpotensi menyebabkan pertumbuhan awan hujan pada sore hingga malam hari, terutama di wilayah dengan kandungan uap air yang tinggi.
Untuk sepekan ke depan, BMKG memprakirakan Monsun Australia akan menguat dalam beberapa hari mendatang sebelum kemudian mengalami pelemahan cukup tajam.
Saat monsun menguat, angin yang membawa massa udara kering dari Australia diperkirakan mulai memengaruhi sejumlah wilayah Indonesia.
Kondisi tersebut menjadi salah satu tanda bahwa beberapa daerah mulai memasuki masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.
Penulis : Dian Nita Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- cuaca panas
- suhu panas
- kemarau
- bmkg





