JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menggelar edukasi keselamatan lalu lintas bagi pelajar di Ecovention Hall, Ecopark Ancol, Jakarta Utara, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan bertajuk “Jakarta Road Safety Festival 2026” itu diikuti 2.000 pelajar SMP, SMA, dan SMK. Program ini digelar di tengah tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Jakarta yang turut melibatkan kelompok usia remaja.
“Berkendara bukan soal siapa yang lebih cepat, tetapi soal keselamatan,” ujar Suharini, Selasa, dikutip dari Antara.
Baca juga: Tiap Hari 14 Warga Jakarta Jadi Korban Kecelakaan Lalu Lintas
Keselamatan berkendara disebut tidak hanya bergantung pada keterampilan teknis, tetapi juga kematangan mental dan kemampuan mengendalikan emosi di jalan raya.
Berdasarkan data Jasa Raharja, rata-rata lebih dari 14 orang per hari menerima santunan akibat kecelakaan lalu lintas.
Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga terus mendorong peningkatan penggunaan transportasi umum. Saat ini, tingkat penggunaan transportasi publik di Jakarta baru berada di kisaran 22 hingga 23 persen.
Pemerintah menargetkan angka tersebut bisa naik hingga di atas 40 persen dengan melibatkan pelajar sebagai duta transportasi publik.
“Setiap hari Rabu, ASN diwajibkan menggunakan transportasi umum. Kami berharap pelajar yang sudah mendapatkan fasilitas transportasi gratis juga ikut membudayakan penggunaan transportasi publik,” kata Suharini.
Baca juga: Warga Keluhkan Kabel Semrawut di Bekasi Utara, Picu Kecelakaan hingga Ganggu Usaha
Sementara itu, Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ujang Harmawan mengatakan, edukasi sejak dini penting untuk membentuk budaya tertib berlalu lintas.
“Kami memfokuskan edukasi kepada pelajar agar mereka memiliki pemahaman yang kuat sejak di bangku sekolah,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga edukasi teknis keselamatan jalan serta etika berlalu lintas.
Mereka juga diperkenalkan dengan sistem transportasi modern Jakarta melalui pameran dari MRT Jakarta, LRT Jakarta, Transjakarta, Dirlantas, Jasa Raharja, dan sejumlah instansi terkait lainnya.
Ujang berharap kegiatan ini dapat menekan angka kecelakaan di kalangan remaja sekaligus mendorong peralihan penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik yang lebih aman dan terintegrasi.
Baca juga: Warga Keluhkan Kabel Semrawut di Bekasi Utara, Picu Kecelakaan hingga Ganggu Usaha
Didominasi Usia ProduktifSementara itu, dikutip dari Kompas.com, kecelakaan lalu lintas di jalan raya masih menjadi salah satu penyumbang terbesar angka kematian di Indonesia. Kelompok usia muda disebut menjadi kelompok paling rentan terdampak.
Berdasarkan data Korlantas Polri dan PT Jasa Raharja, angka fatalitas kecelakaan tercatat sudah melebihi 100 orang per hari. Sekitar 75 persen kasus tersebut melibatkan pengguna sepeda motor.





