UMJ Kukuhkan 2 Guru Besar Baru Untuk Perkuat Reputasi Akademik

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) resmi mengukuhkan dua guru besar dalam Sidang Terbuka Senat yang digelar di Auditorium dr. Syafri Guricci, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan UMJ, Selasa (12/5).

Dua guru besar yang dikukuhkan yakni Prof. Diah Andika Sari dan Prof Nelfiyanti. Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Senat UMJ Prof. Azhari Aziz Samudra didampingi Rektor UMJ Prof. Ma’mun Murod.

BACA JUGA: Firdaus Ali Dikukuhkan Jadi Guru Besar Teknik UI

Prosesi berlangsung khidmat dan dihadiri jajaran akademisi serta tamu undangan. Dalam sambutannya, Ma’mun mengatakan proses pengurusan guru besar saat ini semakin menantang.

Menurut dia, jumlah guru besar baru di UMJ mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

BACA JUGA: Tausiah Ramadan, Hidayat Nur Wahid Ajak Civitas Akademika UMJ Perkuat Iman, Ilmu & Amal

“Pada 2023 ada delapan guru besar, kemudian tujuh guru besar pada 2024, dan empat guru besar pada 2025. Sementara hingga 2026 belum ada penambahan guru besar baru,” kata Ma’mun.

Namun, dia menegaskan UMJ tetap berkomitmen mendorong para dosennya mencapai jabatan akademik tertinggi tersebut. Saat ini, UMJ memiliki lebih dari 90 dosen dengan jabatan Lektor Kepala yang dinilai berpotensi menjadi guru besar baru.

BACA JUGA: UMJ Jadi Tuan Rumah Acara Silaturahmi Idulfitri PP Muhammadiyah 1447 H

“Setidaknya ada gambaran sekitar dua atau tiga guru besar baru yang akan lahir pada 2026,” katanya.

Ma’mun juga menyoroti orasi ilmiah kedua profesor yang dikukuhkan. Menurutnya, orasi Prof. Diah mengangkat keresahan orang tua terhadap ketergantungan anak pada teknologi digital.

Sementara orasi Prof. Nelfiyanti menekankan pentingnya teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, bukan menggantikan peran manusia. Ia pun mengapresiasi proses pengajuan guru besar keduanya yang dinilai dilakukan dengan penuh kerendahan hati.

“Ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Saya kira ini bisa menjadi teladan dan inspirasi bagi dosen-dosen UMJ lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Tri Munanto mengatakan penambahan guru besar menjadi penguatan penting bagi ekosistem akademik di lingkungan LLDIKTI Wilayah III.

Menurut dia, bidang keilmuan yang diusung kedua guru besar mencerminkan keseimbangan antara pengembangan manusia dan sistem kerja yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan manusia.

“Gelar guru besar bukanlah garis finis, tetapi membawa tanggung jawab moral yang lebih besar,” kata Tri.

Dia berharap para guru besar dapat menjadi mentor bagi dosen muda sekaligus menghadirkan gagasan segar untuk menjawab tantangan dunia pendidikan, termasuk perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof Jamhari Makruf menilai inti orasi ilmiah kedua profesor tersebut menekankan pentingnya mendidik manusia secara utuh di tengah perkembangan teknologi.

Menurutnya, kualitas perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kualitas dosen, baik dari aspek penelitian maupun sitasi ilmiah. “Sekitar 80 persen kualitas perguruan tinggi ditentukan oleh dosen,” ujarnya.

Prof Diah Andika Sari dikukuhkan sebagai Guru Besar dari Fakultas Ilmu Pendidikan UMJ dalam bidang kepakaran perkembangan motorik anak usia dini. Dalam pengukuhan tersebut, ia menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Kedaulatan Jasmani: melalui Revitalisasi Fondasi Motorik Anak Berbasis Budaya Lokal di Tengah Hegemoni Digital”.

Sementara itu, Prof. Nelfiyanti dikukuhkan sebagai Guru Besar dari Fakultas Teknik UMJ dalam bidang kepakaran ergonomi dan manufaktur. Ia menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Ergonomi Dalam Manufaktur Modern: Membangun Sistem Produksi yang Manusiawi, Efisien dan Berkelanjutan”. (cuy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sidang Terbuka Senat Jadi Momentum Milad ke-70 UMJ


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Jepang U-17 di Piala Asia 2026, Tayang di Mana?
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Korupsi Distribusi Semen Rugikan Negara Rp74 Miliar, Kejati Sumsel Periksa Tiga Tersangka
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Wamenkes Tegaskan penyebaran Hantavirus Berbeda dengan Covid-19
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
APAR Wajib SNI per 10 Juni 2025: Konsumen Diimbau Cermati Spesifikasi, Tak Cukup Hanya Logo Sertifikasi
• 17 jam lalutvonenews.com
thumb
Anggota DPR Akui RUU Pemilu Masih Alot, Sejumlah Isu Belum Ada Titik Temu
• 10 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.