HIPMI Jawa Barat menggelar DIKLATDA V BPD pada akhir minggu lalu di Pusdikif Pusat Persenjataan Infanteri yang ikuti kader HIPMI Jawa Barat dari berbagai daerah dan menghadirkan pembicara dari unsur pemerintah, TNI, hingga pimpinan organisasi HIPMI Jawa Barat. Program ini menjadi momentum penting dalam mencetak generasi baru pengusaha muda yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan, integritas, daya juang, dan visi kebangsaan.
Dalam sambutannya, Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Barat sekaligus Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, mengatakanpengusaha muda harus mampu tumbuh bersama, membangun kolaborasi, dan menciptakan dampak nyata bagi daerah maupun Indonesia.
“Pengusaha muda tidak boleh berjalan sendiri. Kita harus saling menguatkan dan menciptakan ekosistem kolaborasi yang sehat untuk kemajuan bersama,” ujarnya
Salah satu yang mendapat perhatian besar dalam acara tersebut datang dari Mayjen Kosasih, Pangdam III/Siliwangi, melalui materi bertajuk “Transformasi Peran Pengusaha dalam Sistem Pertahanan Semesta: Dari Komponen Pendukung Menuju Kekuatan Strategis Nasional.”
Dalam pemaparannya, Ia menegaskan bahwa pengusaha kini memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan nasional melalui penguatan ekonomi, inovasi industri, dan kemandirian bangsa.
“Ketahanan negara hari ini tidak hanya berbicara soal pertahanan militer, tetapi juga kekuatan ekonomi nasional dan kualitas sumber daya manusianya,” tegasnya.
Selain itu, hadir juga pembicara lainya di antaranya Bima Arya Tturut memberikan pembekalan melalui materi “Good Corporate Governance sebagai Fondasi Pertumbuhan Ekonomi Daerah.”
Ia menekankan pentingnya tata kelola usaha yang profesional, transparan, dan berintegritas sebagai fondasi utama dalam membangun pertumbuhan ekonomi daerah yang sehat dan berkelanjutan.
Penguatan nilai kebangsaan juga diberikan oleh Brigjen TNI Zaiful Rakhman, Danpusdikif melalui materi tentang Bela Negara. Ia menegaskan bahwa bela negara bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab seluruh elemen bangsa, termasuk pengusaha muda.
Menurutnya, kontribusi nyata terhadap bangsa dapat diwujudkan melalui pembangunan ekonomi, penciptaan lapangan pekerjaan, serta menjaga persatuan dan stabilitas sosial di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Materi koorganisasian dan komunikasi juga diberikan oleh Tim OKK HIPMI Jawa Barat yang membekali peserta mengenai pentingnya soliditas organisasi, komunikasi efektif, dan budaya kolaborasi dalam membangun organisasi yang kuat dan progresif.
Sementara itu, salah satu sesi yang paling membekas bagi peserta datang dari A. Zulfikar Priyatna melalui materi *Strategic Leadership* serta pembahasan mengenai *Kekuasaan, Moralitas, dan Integritas Manusia.*
Dalam paparannya, Zulfikar menekankan bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya diukur dari kemampuan memimpin organisasi, tetapi juga dari moralitas dan integritas dalam menggunakan kekuasaan.
> “Kekuasaan tanpa moralitas akan melahirkan kehancuran. Integritas adalah fondasi utama seorang pemimpin,” ungkapnya di hadapan peserta.
Ia juga menegaskan bahwa pemimpin masa depan harus memiliki keberanian mengambil keputusan, kesiapan menghadapi tekanan, dan kemampuan menjaga nilai-nilai integritas di tengah dinamika dunia usaha maupun organisasi.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Afif Fajar Nurtyanto berhasil masuk dalam jajaran 10 Peserta Terbaik DIKLATDA V HIPMI Jawa Barat.
Pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi BPC HIPMI Kota Bekasi sekaligus menunjukkan munculnya kader muda yang aktif, progresif, dan memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat di lingkungan HIPMI Jawa Barat.
Melalui DIKLATDA V ini, HIPMI Jawa Barat kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak pengusaha muda yang tidak hanya unggul dalam dunia usaha, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, integritas, serta kesiapan menjadi bagian dari masa depan Indonesia.





