JAKARTA, KOMPAS.com - Gudang penampungan sepeda motor ilegal di Jalan Kemandoran VIII, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, diketahui telah beroperasi sejak 2022 tanpa pernah mengantongi izin lingkungan dari pengurus wilayah setempat.
Ketua RW 03 Grogol Utara, Nasrullah, mengatakan pihaknya tidak pernah menerima permohonan surat pengantar atau bentuk izin apa pun terkait operasional gudang tersebut sejak mulai beroperasi sekitar empat tahun lalu.
“Memang tidak ada izin yang dikeluarkan (dari RW), karena pengantar enggak pernah dicatat dari sini,” ujar Nasrullah saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa (12/5/2026).
Baca juga: 4 Tahun Beroperasi Diam-diam, Gudang 1.494 Motor Ilegal di Jaksel Ternyata Minim Dicurigai Warga
Untuk memastikan hal itu, Nasrullah bahkan menunjukkan buku catatan berisi data surat pengantar yang dia tandatangani sejak Februari 2022.
Dalam catatan tersebut, tidak ditemukan permohonan izin operasional untuk gudang sepeda motor di lokasi itu.
Dia mengaku baru mengetahui fungsi sebenarnya dari bangunan tersebut setelah kasus penggerebekan oleh polisi ramai diberitakan media dan dibahas di media sosial.
“Makanya saya kaget. Pemiliknya enggak pernah minta izin ke saya,” kata Nasrullah.
Baca juga: Ponsel Dirampas, Bocah SD di Jaktim Kejar dan Bergelantungan di Motor Jambret
Selama ini, menurut dia, gudang tersebut terlihat seperti tempat penyimpanan kendaraan biasa.
Warga maupun pengurus lingkungan tidak pernah menaruh kecurigaan bahwa lokasi itu digunakan untuk menampung motor hasil tindak pidana.
“Saya kira itu cuma gudang penyimpanan motor untuk didistribusikan ke showroom,” ujar dia.
Sejumlah warga sekitar juga mengaku tidak mengetahui aktivitas ilegal di dalam gudang tersebut.
Santi (bukan nama sebenarnya), salah seorang warga, mengatakan bangunan itu selama ini tampak seperti gudang biasa dengan aktivitas yang tidak mencolok.
Baca juga: Bocah SD Dijambret Saat Main Ponsel di Jatinegara Jaktim, Sempat Bergelantungan di Motor Pelaku
“Biasa aja, ya tertutup mah begini namanya gudang,” kata Santi.
Sementara itu, warga lainnya, Nurdin (bukan nama sebenarnya), menyebut aktivitas di lokasi lebih sering terlihat pada malam hari, terutama saat kontainer besar datang untuk bongkar muat.