Mahasiswa Kanada Jauh-jauh ke Bogor, Ternyata Ingin Belajar Olah Sampah dengan Maggot

kompas.com
9 jam lalu
Cover Berita

BOGOR, KOMPAS.com - Tiga mahasiswa asal University of British Columbia (UBC), Kanada, tertarik mempelajari pengolahan sampah menggunakan maggot Black Soldier Fly (BSF) yang diterapkan di Bank Sampah Siliwangi, Sukamulya, Kota Bogor.

Ketiga mahasiswa tersebut, yakni Adam, Emese, dan Nathan, datang ke lokasi dalam rangka proyek kolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) terkait pengelolaan sampah berbasis lingkungan.

Bagi Adam, pengolahan sampah menggunakan maggot BSF merupakan metode yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan olehnya.

Baca juga: Mengolah Sampah dengan Maggot: Awalnya Geli, Lama-lama Tanpa Sarung Tangan

Menurut dia, pemanfaatan maggot untuk mengurai sampah organik membuka peluang besar bagi masyarakat dalam mengurangi volume sampah.

“Dan sepertinya ini telah membawa banyak (peluang), saya tidak tahu, banyak peluang bagi masyarakat,” kata Adam kepada Kompas.com di Sukamulya, Selasa (12/5/2026).

Sementara itu, Emese menilai penggunaan maggot tidak hanya bermanfaat untuk mengolah sampah, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak.

Baca juga: Pengedar Narkoba di Bogor Simpan Sabu di Bagasi Motor dengan Kunci Menggantung

Dia menilai pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak selalu harus bergantung pada teknologi atau mesin.

“Jadi menarik untuk melihat bahwa ada alternatif lain selain mesin. Dan kita harus kembali ke proses yang lebih alami daripada selalu fokus pada mesin dan teknologi,” ujar Emese.

Pendapat serupa disampaikan Nathan.

Dia menilai Bank Sampah Siliwangi menghadirkan solusi pengelolaan sampah berbasis alam yang relevan untuk diterapkan di masyarakat.

Baca juga: Atasi Darurat Sampah, Pemkot Depok Akan Olah 700 Ton Sampah Jadi Listrik di Bogor

Menurut Nathan, nilai tambah dari program tersebut terletak pada edukasi yang diberikan kepada generasi muda terkait pentingnya pemilahan sampah dan perlindungan lingkungan.

“Dan juga selain dari solusi berbasis alam, saya merasa sangat luar biasa bahwa mereka juga fokus pada pendidikan untuk komunitas yang lebih muda untuk, ya, meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemilahan sampah dan perlindungan lingkungan,” ujar dia.

Sebagai informasi, Bank Sampah Siliwangi di Sukamulya, Kota Bogor, telah memanfaatkan maggot BSF untuk mengurai limbah sisa makanan.

Baca juga: Saat Jenal Mutaqin Tegur Pengendara yang Parkir Liar: Saya Wakil Wali Kota Bogor...

Pembina Bank Sampah Siliwangi, Dadang Sutarsa, mengatakan metode penguraian sampah menggunakan maggot dinilai lebih cepat dan efektif untuk mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga.

Menurut Dadang, penggunaan maggot juga sempat menimbulkan rasa jijik bagi sebagian warga saat pertama kali diperkenalkan.

Namun, seiring waktu, persepsi itu berubah setelah warga memahami manfaatnya dalam pengolahan sampah.

“Awalnya banyak yang geli. Tapi lama-lama mereka terbiasa, bahkan ada yang sekarang memegang maggot tanpa sarung tangan,” kata Dadang.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selain mampu mengurai sampah organik dengan cepat, maggot BSF juga menghasilkan residu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, sementara larvanya dapat dijadikan pakan ternak bernilai ekonomi.

Dadang berharap metode ini bisa semakin dikenal dan diterapkan lebih luas sebagai salah satu solusi pengurangan sampah dari sumbernya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Shindy MC Minta Maaf Usai Pernyataan di Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Viral
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Media 'Homeless' vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
• 11 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Bek Persija Jakarta Rp4,78 Miliar Hengkang Akhir Musim, Pilih CLBK ke Arema atau PSS Sleman yang Naik Kasta?
• 15 jam laluharianfajar
thumb
FHTB 2026 Sukses Gelar Lebih dari 700 Business Matching, Dorong Pariwisata Indonesia Timur
• 17 jam laluerabaru.net
thumb
Pengelola KEK Kura Kura Bali Angkat Bicara Soal Penyegelan oleh KKP
• 10 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.