JAKARTA, KOMPAS.TV – Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap laporan kasus Hantavirus di sejumlah wilayah di dunia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengeluarkan penjelasan resmi terkait karakteristik penyakit ini.
Kemenkes menegaskan Hantavirus bukanlah sebuah penyakit baru atau "virus misterius" yang baru muncul belakangan ini.
Melalui pedoman kesehatan yang dirilis pada Oktober 2022, otoritas kesehatan meminta masyarakat untuk memahami sejarah dan peta persebaran virus ini guna menghindari kesalahpahaman informasi.
Jejak Sejarah: Ditemukan sejak Era Perang KoreaHantavirus sejatinya telah diidentifikasi para ilmuwan sejak puluhan tahun silam. Nama virus ini diambil dari Sungai Hantan di Korea Selatan, lokasi di mana virus ini pertama kali diisolasi dari seekor tikus ladang (Apodemus agrarius) pada 1978.
Baca Juga: Geger! Hantavirus di Kapal MV Hondius, Ini Beda Tikus di Indonesia & Amerika Selatan - Infografis
Namun, rekam jejak penyakit ini diduga jauh lebih tua. Kemenkes menyebut temuan ini berkaitan erat dengan Perang Korea (1951-1953), ketika lebih dari 3.000 pasukan PBB menderita demam berdarah yang saat itu belum diketahui penyebabnya.
Baru pada 1981, genus Hantavirus resmi diperkenalkan dalam klasifikasi keluarga virus Bunyaviridae.
Evolusi Gejala: dari Masalah Ginjal ke PernapasanSeiring berjalannya waktu, karakteristik medis Hantavirus terus berkembang.
Pada awalnya, virus ini dikenal menyebabkan Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) atau demam berdarah yang disertai gangguan fungsi ginjal.
Namun, pada 1993, dunia medis dikejutkan dengan wabah di wilayah barat daya Amerika Serikat.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- Hantavirus
- Kemenkes
- penyakit Hantavirus
- sejarah Hantavirus
- pencegahan Hantavirus
- Hantavirus adalah





