BEKASI, KOMPAS.com — Polisi menangkap sopir mobil berstiker Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Wawan Supandi (56), yang menabrak dua gerobak pedagang di Jalan Kalimantan Raya, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (12/5/2026).
Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Gefri Agitia mengatakan, sopir Daihatsu Grandmax tersebut saat ini masih menjalani pemeriksaan di Satlantas Polres Metro Bekasi Kota.
“Untuk sopir sementara hanya luka ringan dan sudah kami amankan di Satlantas untuk dilakukan pendalaman,” ujar Gefri kepada awak media, Selasa.
Baca juga: Polisi Dalami Dugaan Mobil Berstiker SPPG Kerap Ngebut Sebelum Tabrak Gerobak di Bekasi
Menurut Gefri, polisi masih mendalami penyebab pasti kecelakaan yang mengakibatkan satu orang meninggal dan dua lainnya luka-luka tersebut.
Selain memeriksa sopir, polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, meminta rekaman CCTV, serta memeriksa sejumlah saksi.
“Sementara ini kami masih mendalami. Tadi sudah dilakukan olah TKP, kemudian juga sudah mengumpulkan para saksi. Untuk CCTV juga sudah kami minta,” kata dia.
Baca juga: Pedagang Tahu yang Tewas Ditabrak Mobil Berstiker SPPG di Bekasi Ternyata Tulang Punggung Keluarga
Berdasarkan keterangan awal, kecelakaan bermula saat mobil melaju dari arah dapur SPPG menuju Jalan Pulau Kalimantan Raya.
Ketika melintas di tikungan, sopir diduga berusaha menghindari sepeda motor yang berada di depannya.
Namun kendaraan disebut tidak sempat mengerem hingga akhirnya menabrak dua gerobak pedagang di pinggir jalan.
Baca juga: Pedagang Tahu yang Ditabrak Mobil Berstiker SPPG di Bekasi Meninggal
“Sopir tidak sempat menghindar dan tidak menginjak rem, tetapi injak gas. Sehingga dia banting setir dengan kecepatan penuh dan menabrak dua gerobak yang berjualan di sekitar lokasi,” ujar Gefri.
Akibat kecelakaan tersebut, Sanoeri tewas setelah sempat menjalani perawatan intensif di RS Siloam Sentosa Bekasi Timur akibat luka berat di bagian kepala.
Selain itu, seorang pedagang ayam goreng bernama Neni Anggraeni (32) dan kenek mobil mengalami luka-luka dan sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Baca juga: Kronologi Mobil Berstiker SPPG Tabrak 2 Gerobak di Bekasi hingga Pedagang Terluka
Polisi juga mendalami dugaan bahwa mobil operasional SPPG tersebut kerap melaju dengan kecepatan tinggi di jalan sempit sekitar lokasi kejadian.
“Memang sering ada keluhan dari masyarakat, mobil ini kerap melaju dengan kecepatan tinggi di jalan sempit,” kata Gefri.
Saat ini polisi juga akan memeriksa kelayakan kendaraan operasional SPPG dan memanggil pihak pengelola untuk dimintai keterangan.
“Iya, kami lagi dalami juga. Semua akan dipanggil untuk menemui titik terang,” ujar dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




