JAKARTA, KOMPAS.com - DPR secara khusus menyampaikan duka tehadap kecelakaan kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, dalam rapat paripurna pembukaan Masa Sidang V.
Duka cita juga disampaikan terhadap kecelakaan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang bertabrakan dengan truk tangki muatan minyak milik PT Serelaya di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.
"Semoga korban yang berpulang mendapat tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan korban yang luka-luka segera diberi kesembuhan serta keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan," ujar Puan dalam pidato pembukaan Masa Sidang V, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Baca juga: Puan Maharani Soal Pelarangan Film Pesta Babi: Kami Akan Tindak Lanjuti di DPR
Dua kecelakaan tersebut menjadi salah satu perhatian DPR dalam Masa Persidangan V. Evaluasi dan audit transportasi darat didorongnya agar kejadian serupa tidak terulang.
"Evaluasi dan audit terhadap sistem dan infrastruktur transportasi darat guna menjamin keselamatan masyarakat," ujar Puan.
Dalam kesempatan tersebut, Puan mengatakan bahwa DPR juga akan mengawal sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian publik.
Beberapa isu yang dikawal DPR seperti penempatan pasukan TNI di wilayah konflik, hingga optimalisasi kartu tanda penduduk elektronik atau e-KTP dalam pelayanan publik.
Baca juga: DPR Akan Lanjutkan Pembahasan 4 RUU pada Masa Sidang V
Isu ekonomi di tengah kondisi geopolitik dunia juga menjadi salah satu yang diperhatikan lembaga legislatif itu.
"Terjaminnya keseimbangan antara ketersediaan dan harga kebutuhan pokok sehingga terjangkau oleh masyarakat, Percepatan penerapan praktik keberlanjutan pada BUMN guna menjaga kelangsungan usaha dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global, Pengembangan kawasan industri untuk menguatkan hilirisasi produk pertanian dan perikanan," ujar Puan.
Pada Masa Sidang V ini, ia berpesan kepada seluruh anggota DPR untuk bekerja memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
"Mari kita jalankan fungsi kedaulatan rakyat ini dengan penuh amanah dan sebaik-baiknya," ujar politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu.
Baca juga: Rupiah Terus Anjlok, Puan Minta Pemerintah Bertindak agar Tak Terpuruk
Sebelumnya diberitakan, tabrakan terjadi antara KRL jurusan Cikarang nomor PLB 5568A dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi sekitar pukul 20.52 WIB pada Senin (27/4/2026) malam.
Titik kejadian berada di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920. Total korban dalam peristiwa tersebut mencapai 106 orang, di mana 16 di antaranya meninggal usai mendapatkan perawatan intensif dan 90 lainnya luka-luka.
Baca juga: Kecelakaan Bus ALS, Kemenhub dan Kementerian PU Diminta Audit Jalan Nasional
Beberapa hari setelah kejadian tersebut, sebuah bus ALS bertabrakan dengan truk tangki muatan minyak milik PT Serelaya di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan.
Kecelakaan itu terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Musi Rawas Utara pada Rabu (6/5/2026) siang.
Tabrakan kencang antara bus ALS dan truk tangki itu langsung mengeluarkan api. Akibat kecelakaan itu, 16 orang dinyatakan meninggal dunia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




