Menteri P2MI Bertemu Gubernur Prefektur Mizayaki Jepang, Bahas Apa?

disway.id
9 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin melakukan pertemuan dengan Gubernur Prefektur Miyazaki Jepang, Shunji Kono, di Kantor P2MI, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Selasa, 12 Mei 2026.

Setelah menggelar pertemuan tertutup selama hampir dua jam, Menteri P2MI membeberkan hasil pembahasan. Ada angin segar untuk pekerja migran Indonesia (PMI).

BACA JUGA:HUAWEI WATCH FIT 5 Pro Debut di Indonesia, Smartwatch Canggih dengan ECG dan Ultra Health, Cek Harganya

"Dalam rangka kita menjalin kerjasama terkait penempatan pekerja migran yang skill worker atau yang formal ke negara Jepang, khususnya di Propektur Miyazaki," kata Mukhtarudin, Selasa.

Mukhtarudin bilang bahwa Prefektur Miyazaki merupakan wilayah keempat di Jepang yang berkunjung ke Kementerian P2MI. Dalam rangka memperkuat, memperluas aspek perlindungan bagi PMI yang bekerja di Negeri Sakura.

"Maupun dalam rangka kita memperluas lagi sektor-sektor lain untuk mengisi lapangan pekerjaan yang ada di Jepang, khususnya hari ini adalah di Propektur Miyazaki," tuturnya.

BACA JUGA:Konsumsi Gula Berlebih Jadi Ancaman Serius, usmile Optical White Hadirkan Solusi Perlindungan Gigi Modern

Ada pun pekerja migran Indonesia yang ada di Miyazaki merupakan terbesar dibandingkan dengan negara-negara pengirim di ASEAN. 

"Kita ada pekerja migran kita yang ada di Miyazaki, Propektur Miyazaki adalah kurang lebih 2.999. Ada kurang lebih 3.000 orang Indonesia yang hari ini bekerja di Propektur Miyazaki," ucapnya.

Dari tiga ribuan PMI itu, mereka tersebar di sektor manufaktur, konstruksi, perikanan, perkebunan hingga hospitality.

Dan pada hari ini, lanjut Mukhtarudin, Prefektur Mizayaki akan kembali memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk kebutuhan pekerja migran sampai beberapa tahun ke depan.

BACA JUGA:Jadi Tujuan Wisata Kapal Pesiar, NTB Perketat Pintu Masuk Penularan Hantavirus

"Teruntuk sektor ini semuanya adalah yang skill worker, yang dengan skema SSW, artinya yang memang berketerampilan khusus. Jadi pekerja migran yang punya keterampilan khusus," ungkapnya.

Ia menambahkan, pihaknya baru saja menandatangani rencana atau draft diskusi ke depan untuk mempersiapkan tahapan MoU. 

"Hari ini kita tandatangani draft-draft ataupun langkah-langkah step-by-stepnya tentang pembahasan MOU," tambahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terima Menlu Singapura, Sugiono Bahas Stabilitas Ekonomi dan Kawasan
• 18 jam lalubisnis.com
thumb
Rupiah Melemah Tembus Rp17.503, Tertekan Konflik di Selat Hormuz
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Penjualan Mobil Astra Naik, Daihatsu Gran Max dan Veloz Hybrid jadi Andalan
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Indonesia Peringkat 3 Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Lengkap! Kronologi Penyelundupan Emas Murni Rp700 Juta oleh Pria India
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.