Jakarta, tvOnenews.com - Timnas Indonesia bisa diperkuat raja assist eks kasta teratas Eropa di Piala Asia 2027. Statusnya dipastikan sudah eligible untuk dinaturalisasi sesuai syarat FIFA.
Sosok pemain tersebut adalah Taisei Marukawa yang pada saat ini memperkuat Dewa united. Kemampuan dan pengalamannya bermain di Tanah Air bisa menjadi senjata baru skuad John Herdman.
Secara hitungan karier, Taisei Marukawa pertama kali resmi diperkenalkan sebagai pemain Persebaya Surabaya pada 31 Mei 2021. Persebaya saat itu mengumumkan bahwa pemain asal Jepang tersebut menandatangani kontrak berdurasi satu musim untuk Liga 1 2021-2022.
Jika mengacu pada titik awal tersebut, Marukawa memasuki masa lima tahun sejak berkarier di Indonesia pada 31 Mei 2026. Dengan demikian, ia bisa menjalani proses naturalisasi sesuai dengan aturan yang berlaku.
- Instagram - Taisei Marukawa
Dalam aturan kewarganegaraan Indonesia, syarat pewarganegaraan antara lain harus sudah bertempat tinggal di wilayah Republik Indonesia paling singkat lima tahun berturut-turut atau 10 tahun tidak berturut-turut. Syarat lain juga mencakup kemampuan berbahasa Indonesia, mengakui Pancasila dan UUD 1945, sehat jasmani rohani, memiliki penghasilan tetap, serta tidak menimbulkan kewarganegaraan ganda.
Dari sisi sepak bola internasional, aturan FIFA juga tidak kalah penting untuk diperhatikan. Pemain yang memperoleh kewarganegaraan baru dan tidak punya garis kelahiran atau keturunan dari negara tersebut harus tinggal terus-menerus minimal lima tahun setelah berusia 18 tahun di wilayah asosiasi yang ingin dibelanya.
Faktor ini membuat winger berusia 29 secara aturan FIFA eligible untuk membela Timnas Indonesia. Sejak datang ke Indonesia pada 2019, ia selalu bermain di Super League.
Di sisi lain, kualitas teknis Marukawa memang sulit diabaikan oleh Timnas Indonesia. Pelatih John Herdman, yang ditunjuk menangani skuad Garuda pada awal 2026, dikenal membawa pendekatan permainan dengan tuntutan intensitas, disiplin, dan kerja kolektif tinggi.
- Instagram Taisei Marukawa
Marukawa dinilai cocok dengan kebutuhan itu karena punya mobilitas, visi umpan, dan kemampuan menjaga tempo serangan dari sisi sayap. Ia juga terbiasa menghadapi atmosfer kompetisi Indonesia sehingga proses adaptasinya ke lingkungan Garuda secara teori bisa lebih cepat.




