Kadin China Keluhkan Penempatan DHE SDA di Himbara, Ini Tanggapan Purbaya

idxchannel.com
8 jam lalu
Cover Berita

Salah satu poin utama yang disoroti investor adalah kewajiban penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) di bank BUMN.

Kadin China Keluhkan Penempatan DHE SDA di Himbara, Ini Tanggapan Purbaya. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi surat dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) China kepada Presiden Prabowo Subianto yang berisi keluhan atas hambatan investasi di Indonesia. 

Salah satu poin utama yang disoroti investor adalah kewajiban penempatan Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) di bank BUMN, yang dianggap membebani likuiditas perusahaan.

Baca Juga:
Kejar Ekonomi 6 Persen, Ini Sederet Stimulus yang Disiapkan Purbaya hingga Akhir 2026

Purbaya menilai keluhan tersebut perlu diletakkan secara proporsional. Dia menegaskan bahwa kebijakan nasional tetap memprioritaskan kepentingan dalam negeri tanpa mengabaikan kondusivitas iklim investasi bagi mitra asing.

"Tapi nanti tentunya kita sesuaikan dengan kebutuhan kita kan, kalau DHE SDA itu kemungkinan kita nggak apa-apa kalau nggak salah," ujar Purbaya saat ditemui di Lobby Kemenkeu, Selasa (11/5/2026).

Baca Juga:
Purbaya Respons Rupiah Melemah: Urusan Bank Sentral, Bukan Kementerian Keuangan

Purbaya menjelaskan bahwa aturan DHE SDA telah dirancang dengan fleksibilitas tinggi. Ia mengungkapkan adanya skema pengecualian bagi perusahaan yang tidak memiliki ketergantungan pendanaan pada perbankan domestik, sehingga isu likuiditas yang dikeluhkan seharusnya bisa teratasi.

"Kalau perusahaan nanti yang nggak pinjem uang di Indonesia terbebas tuh dari DHE SDA, ada pengecualin seperti itu. Jadi harusnya China nggak ada masalah," kata Purbaya.

Baca Juga:
Purbaya Janji Bereskan Hambatan Investasi Tiap Minggu, Targetkan Ekonomi Tumbuh 8 Persen

Terkait keberatan investor China mengenai rencana kenaikan pajak dan royalti mineral, Bendahara Negara ini bersikap tegas. Purbaya menekankan bahwa mineral adalah aset strategis milik bangsa, sehingga penyesuaian tarif merupakan hak negara untuk melindungi kepentingannya, meski saat ini hal tersebut masih dalam tahap perencanaan.

"Belum dikenakan kan baru rencana. Biar saja, kita akan mementingkan kepentingan negara kita," kata dia.

Purbaya juga mengungkapkan bahwa diplomasi investasi antara Indonesia dan China berjalan secara dua arah. Pemerintah Indonesia pun tak ragu melontarkan kritik balik kepada pengusaha China terkait adanya temuan praktik bisnis yang tidak sesuai dengan regulasi di Indonesia.

Menurut Purbaya, pihak China telah berjanji untuk memberikan peringatan kepada para pelaku usaha mereka yang bermasalah.

"Saya udah komplain ke mereka banyak pengusaha China di sini yang juga melakukan bisnis nggak legal, saya minta dia perbaiki waktu itu, dia janji akan memperingati mereka. Jadi itu dua arah sebetulnya, nggak ada masalah," ucap Purbaya.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pengasuh Tersandung Kasus Pencabulan, Penerimaan Santri Baru Ponpes Al Anwar Jepara Dihentikan Sementara
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mantap! Produk Aksesoris Digital HAKII Kini Hadir di Blibli
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Manfaat Work from Cafe yang Bikin Kerja Lebih Produktif
• 21 jam lalubeautynesia.id
thumb
Media 'Homeless' vs Verifikasi Dewan Pers, SMSI Dorong Regulasi Pers Lebih Adaptif di Era Digital
• 2 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Munas II DPP Papdesi Jadi Ajang Perkuat Sinergi Antar Pemerintah Pusat dan Daerah
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.