Novel Baswedan Sentil Hakim Pengadilan Militer: Serangan Air Keras Kok Disebut Tak Profesional?

disway.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Novel Baswedan meluapkan kekecewaannya terhadap jalannya persidangan kasus penyerangan air keras Andrie Yunus.

Kritik itu dilontarkan pada Hakim Peradilan Militer yang dinilai terlalu condong terhadap pelaku bukan korban.

BACA JUGA:TB Hasanuddin Sesalkan Pembubaran Film Pesta Babi: Kritik Itu Wajar!

Kritik tajam tersebut diungkap oleh Novel Baswedan usai mengetahui video viral pernyataan Hakim Pengadilan Militer yang menyebut bahwa pelaku tidak profesional dalam mengeksekusi air keras ke Andrie Yunus.

Bagi Novel, logika tersebut sangat berbahaya dan tidak masuk akal jika keluar dari lisan seorang penegak hukum.

​"Hakim maksudnya apa? Apa dia mau menyuruh untuk dilakukan lagi dengan lebih profesional? Ini kan hal-hal yang mengganggu akal sehat dan menurut saya memprihatinkan sekali," ujar Novel saat konferensi pers di RSCM Kencana, Selasa 12 Mei 2026.

Novel juga merasa heran karena peradilan yang seharusnya berorientasi pada perlindungan korban justru memberikan kesan sebaliknya. Ia menyoroti bagaimana kejahatan berat yang direncanakan sedemikian rupa terhadap Andrie Yunus sempat disebut-sebut sebagai sekadar kenakalan.

BACA JUGA:Pemerintah Siapkan Subsidi Mobil Listrik, Purbaya: Indonesia Harus Hemat BBM

​"Bayangkan serangan air keras yang separah itu dibilang sebagai kenakalan. Ini apa-apaan gitu? Ini kan mengganggu akal sehat," tuturnya.

Keganjilan lain yang disoroti Novel adalah upaya pemaksaan kehadiran Andrie Yunus sebagai saksi tambahan. Padahal, Andrie diketahui tidak pernah diperiksa sebelumnya oleh Polisi Militer dan saat ini masih fokus menjalani pemulihan intensif di rumah sakit.

​"Saya belum pernah melihat sekalipun ada kejahatan yang diproses dalam suatu peradilan yang korbannya tidak diperiksa. Baru kali ini. Jangan sampai kepentingan korban ini justru dirugikan," pungkas Novel.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Komisi X Minta Penjelasan Kemendikti soal Kampus Jadi Pengelola SPPG
• 20 jam laludisway.id
thumb
Hotel Internasional Incar Pasar Hunian Mewah Indonesia
• 13 jam lalukompas.id
thumb
IHSG Ambruk ke 6.858, Market Cap Menguap Rp 4.419 Triliun sejak ATH
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Bocoran Keseruan Festival Anime Mei 2026 Ini
• 15 jam lalubeautynesia.id
thumb
Dedi Mulyadi Kesal Kendaraan Listrik Tak Dikenai Pajak, KDM Siap Hapus Pajak: Siapa yang Pakai Jalan Dia yang Bayar!
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.