Jakarta, VIVA – Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Gerry Habel Hukubun mengaku menjadi korban dari tindak kejahatan penyalahgunaan data pribadi.
Gerry menyebut identitas pribadinya dicatut oleh oknum tak bertanggungjawab untuk transaksi penjualan komoditi kelapa di sebuah pabrik di Jawa Timur.
Hal tersebut baru disadari Gerry usai dirinya memeriksa laporan pada sistem Coretax. Dalam sistem itu, tercatat bahwa KTP miliknya telah dijadikan basis data untuk transaksi yang tak pernah dilakukan sebelumnya.
Gerry menjelaskan, dirinya semoga menghubungi pihak pabrik tersebut guna meminta transparansi di balik penggunaan identitasnya. Namun, tidak ada itikad baik yang diperoleh.
"Saya sudah berupaya berkomunikasi dengan pihak pabrik agar diberitahu siapa yang menggunakan identitas saya, karena itu adalah tindakan pidana memakai KTP saya untuk transfer ke orang lain. Namun, pihak pabrik terkesan enggan membuka informasi tersebut," ujar Gerry dalam keterangannya, Selasa, 12 Mei 2026.
Gerry lantas membuka peluang untuk mengambil langkah hukum terkait pencatutan identitas dirinya itu.
Tak hanya itu, Gerry juga berencana mengirimkan surat kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa guna menindaklanjuti insiden ini dan memberikan efek jera pada oknum pelaku.
"Langkah tegas ini diambil agar kasus serupa tidak menimpa warga negara lain dan memastikan adanya perlindungan data yang lebih ketat di sektor korporasi," tegasnya.





