Sampang (beritajatim.com) – Memasuki musim kemarau, sejumlah petani di berbagai kecamatan di Kabupaten Sampang mulai menanam tembakau.
Cuaca panas yang mulai terasa dalam beberapa pekan terakhir dinilai menjadi pertanda musim tanam tembakau telah tiba.
Salah satu petani asal Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Salamo, mengaku bersemangat menyambut musim tanam tahun ini. Baginya, bertani masih menjadi harapan utama untuk mencari rezeki.
“Panasnya cuaca belakangan ini menandakan musim kemarau dan tentunya mulai musim tanam tembakau,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).
Meski musim tanam tahun sebelumnya mengalami kegagalan dan menyebabkan kerugian, Salamo mengaku tidak ingin patah semangat. Ia bahkan harus menanggung kerugian modal dan tenaga setelah hasil panen tidak sesuai harapan.
“Kalau mengaca pada tahun sebelumnya, seharusnya saya jera. Karena bukan hanya rugi tenaga selama berbulan-bulan, tetapi modal yang saya keluarkan juga tidak kembali,” keluhnya.
Namun demikian, ia bersama petani lainnya tetap optimistis dan berharap usaha yang dilakukan tahun ini dapat membuahkan hasil yang lebih baik.
“Kami tidak ingin patah semangat. Semoga ikhtiar para petani tembakau tahun ini bisa menghasilkan panen yang bagus,” katanya.
Selain berharap cuaca mendukung, para petani juga meminta perhatian pemerintah agar terus memberikan dukungan terhadap petani tembakau, terutama dalam menjaga kestabilan harga di pasaran.
“Kami hanya berharap pemerintah terus mendukung petani tembakau supaya harga tetap stabil seperti tahun-tahun sebelumnya,” tuturnya.
Menurutnya, apabila harga tembakau kembali membaik seperti dua tahun lalu, para petani diyakini akan tetap konsisten menanam tembakau setiap musimnya.
“Kalau harga tembakau bisa seperti dua tahun kemarin, Insya Allah para petani akan terus konsisten menanam setiap tahun,” pungkasnya. [sar/kun]




