Madiun (beritajatim.com) — Upaya penyelundupan narkotika ke dalam Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun kembali digagalkan petugas. Paket berisi sabu dan ganja ditemukan tersangkut di kawat berduri bagian luar tembok lapas saat petugas melakukan patroli rutin, Senin (11/5/2026) dini hari.
Penemuan itu terjadi sekitar pukul 00.00 WIB ketika petugas piket bersama regu pengamanan melakukan kontrol keliling di area luar lapas. Saat menyisir sisi tembok, petugas mendapati benda mencurigakan yang diduga baru saja dilempar dari luar.
Setelah diperiksa, paket tersebut ternyata berisi narkotika jenis sabu dan ganja. Barang bukti kemudian langsung diamankan dan dilaporkan kepada Kepala Lapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan.
Pihak lapas selanjutnya berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polres Madiun Kota untuk proses pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut. Dari hasil pengecekan bersama, ditemukan sabu seberat 7,13 gram netto yang disembunyikan dalam potongan paralon serta ganja dengan berat 34,18 gram netto.
Kalapas Pemuda Madiun, Rudi Kristiawan, mengatakan penggagalan tersebut menjadi bukti pengawasan internal di lapas berjalan maksimal. Menurutnya, deteksi dini terus diperkuat guna mencegah masuknya barang terlarang ke lingkungan lapas.
“Barang bukti langsung kami amankan dan kami serahkan kepada Satresnarkoba Polres Madiun Kota untuk proses hukum lebih lanjut,” ujar Rudi.
Ia menegaskan, pihaknya berkomitmen penuh menjalankan program pemberantasan HALINAR atau handphone, pungli, dan narkoba di dalam lapas. Penguatan pengamanan hingga pembenahan kedisiplinan pegawai terus dilakukan secara bertahap. “Tidak ada toleransi bagi pelanggaran, baik yang dilakukan petugas maupun warga binaan,” tegasnya.
Sementara itu, Kanit II Satresnarkoba Polres Madiun Kota, Ipda Jianto, mengapresiasi langkah cepat petugas lapas dalam menggagalkan penyelundupan tersebut.
Menurutnya, koordinasi antara kepolisian dan pihak lapas sejauh ini berjalan baik dalam upaya menekan peredaran narkoba di wilayah Madiun, khususnya di lingkungan pemasyarakatan.
Kasus tersebut kini masih dalam pengembangan. Polisi bersama pihak lapas berupaya mengungkap pelaku pelemparan serta mencari tahu pihak yang diduga menjadi tujuan pengiriman narkotika tersebut. (rbr/kun)




