Bisnis.com, JAKARTA — Peta persaingan otomotif nasional pada empat bulan pertama 2026 menunjukkan dinamika menarik. Di tengah fluktuasi pasar, BYD muncul sebagai fenomena baru dengan mencatatkan pertumbuhan penjualan retail yang konsisten setiap bulan, sementara merek pendatang baru lainnya, Jaecoo, mulai membayangi dengan stabilitas distribusi yang positif.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) periode Januari—April 2026, BYD mencatatkan performa impresif pada sisi penjualan langsung ke konsumen. Pabrikan mobil listrik asal China ini menjadi satu-satunya merek yang grafik penjualan retailnya terus mendaki tanpa mengalami koreksi bulanan.
Penjualan retail BYD dimulai dengan angka 2.516 unit pada Januari, naik menjadi 3.596 unit pada Februari, dan berlanjut ke 4.153 unit pada Maret. Puncaknya terjadi pada April dengan capaian 6.274 unit. Tren ini menandakan penerimaan pasar yang sangat tinggi terhadap lini produk BYD, meskipun pengiriman dari pabrik ke dealer (wholesales) sempat mengalami pasang surut di angka 2.941 unit pada Maret sebelum melonjak kembali ke 4.625 unit pada April.
Menyusul di belakangnya, Jaecoo menunjukkan stabilitas pertumbuhan yang patut diwaspadai oleh para pemain lama. Dari sisi wholesales, Jaecoo berhasil menjaga tren pengiriman yang selalu meningkat setiap bulan tanpa henti. Memulai tahun dengan distribusi 2.025 unit di Januari, volume meningkat ke 3.005 unit di Februari, 3.035 unit di Maret, hingga menyentuh 3.219 unit pada April.
Performa retail Jaecoo juga relatif stabil di level 3.000 unit per bulan. Meski sempat mengalami koreksi ringan pada Maret ke angka 2.868 unit, penjualan kembali menguat pada April menjadi 3.009 unit. Konsistensi ini memantapkan posisi Jaecoo sebagai penantang baru yang kompetitif di pasar domestik.
Di sisi lain, raksasa otomotif Toyota dan Daihatsu masih mendominasi pasar secara volume, namun dengan pola pertumbuhan yang berbeda. Kedua merek di bawah naungan Astra ini menunjukkan pola pemulihan berbentuk "V" setelah sempat melemah pada Maret.
Baca Juga
- Harga BYD Atto 1 Naik Rp10 Juta, Bakal Dapat Penyegaran Fitur
- Balapan Penjualan Mobil China per April 2026: BYD Juara, Jaecoo Membuntuti
- Daftar 10 Merek Mobil Terlaris April 2026: Toyota Teratas, BYD Lampaui Honda
Toyota mencatatkan lonjakan wholesales tertinggi pada April sebesar 25.686 unit, naik signifikan dari posisi Maret yang hanya 17.984 unit. Pola serupa terlihat pada sisi retail, di mana penjualan naik kembali ke angka 23.008 unit pada April setelah turun ke level 19.000-an unit di bulan sebelumnya.
Daihatsu mengikuti jejak serupa dengan pemulihan tajam pada April. Setelah pengiriman pabrik merosot ke 8.916 unit pada Maret, angka distribusi melonjak ke 13.399 unit pada April. Penjualan retail Daihatsu juga kembali ke level normal di angka 12.300 unit pada April, sejalan dengan pulihnya daya beli masyarakat pasca-periode koreksi di kuartal pertama.
Secara keseluruhan, data Gaikindo menegaskan adanya pergeseran minat konsumen ke arah merek-merek baru yang menawarkan teknologi terkini. Keberhasilan BYD menjaga pertumbuhan retail secara beruntun menjadi sinyal kuat penguasaan pasar yang lebih agresif di masa mendatang.





