Presiden Rusia Vladimir Putin pada Sabtu (9 Mei) mengatakan bahwa perang Rusia-Ukraina telah “mendekati akhir”. Namun ia menegaskan bahwa dirinya hanya akan bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy ketika kedua pihak sudah siap menandatangani perjanjian damai jangka panjang.
EtIndonesia. Pada 9 Mei, Rusia menggelar parade “Hari Kemenangan” di Lapangan Merah Moskow, tetapi skalanya terlihat jauh lebih kecil dibanding tahun-tahun sebelumnya. Setelah acara tersebut, Putin mengatakan bahwa Rusia bersedia membahas arsitektur keamanan baru Eropa dan menyebut perang Rusia-Ukraina “secara bertahap sedang mendekati akhir”.
“Saya pikir masalah ini sedang menuju akhir, tetapi tetap merupakan persoalan yang serius,” ujarnya.
Putin juga mengatakan bahwa ia bersedia bertemu Presiden Zelenskyy di Moskow atau di negara ketiga. Namun ia menekankan bahwa kontak tersebut harus bertujuan menyelesaikan perjanjian damai jangka panjang, bukan memulai putaran baru perundingan awal.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan dari Zelenskyy mengenai pernyataan tersebut.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengkonfirmasi bahwa ia telah mengusulkan gencatan senjata kepada Rusia dan Ukraina, dan kedua pihak sepakat melaksanakan gencatan senjata sementara pada 9 hingga 11 Mei.
“Presiden Putin setuju. Presiden Zelenskyy juga setuju. Keduanya dengan senang hati menyetujuinya. Sekarang, untuk sementara waktu, mereka tidak akan saling membunuh lagi. Itu bagus. Mereka juga setuju untuk masing-masing membebaskan 1.000 tawanan perang,” katanya.
Trump juga mengatakan bahwa ia berharap gencatan senjata tersebut dapat diperpanjang lebih lanjut.
Dilaporkan oleh reporter NTD Television, Ning Xiu dan Wen Hui.





