Jakarta: Situs ensiklopedia kuliner global, TasteAtlas merilis peringkat jajanan jalanan atau street food terbaik sedunia edisi 15 April 2026.
Menariknya, terdapat makanan khas Indonesia yang terdapat dalam daftar tersebut. Makanan itu adalah sate kambing.
Perlu diketahui, hasil peringkat makanan yang diberikan oleh TasteAtlas berasal dari kombinasi ulasan pengguna, kritikus makanan, koki, dan riset yang dilakukan oleh tim editorial.
Lantas apa saja makanan yang masuk dalam daftar peringkat ini? Inilah lima makanan yang masuk ke dalam daftar jajan jalanan terbaik ala TasteAtlas!
Baca Juga :
Kemenkes Gandeng Swasta Sosialisasi Label Gizi Produk MinumanTerbuat dari tepung kacang khas arab yaitu chickpea yang dicampur dengan air, minyak, garam, merica, dan telur sehingga menghasilkan rasa yang dominan gurih dan lembut. Biasanya jajanan ini memiliki tekstur yang garing di luar dan lembur di dalam terlebih lagi dengan isian custard. Kontosouvli (Yunani) Hidangan ini biasanya disajikan saat hari raya paskah. Makanan ini adalah olahan potongan besar dari daging babi yang direndam dalam campuran rempah-rempah lalu ditusuk dan dimasak perlahan di atas alat pemanggang yang berputar.
Dengan rempah-rempah seperti bawang putih, oregano, thyme, rosemary, paprika, minyak zaitun, anggur merah, dan lemon membuat makanan ini menghasilkan lapisan luar yang kaya rasa dan bagian dalam yang empuk. Sate Kambing (Indonesia) Hidangan ini adalah jenis sate tradisional khas Indonesia dengan daging kambing sebagai bahan utama. Daging yang dipotong dadu yang dibumbui bahan rempah membuat sate ini berbeda dari yang lainnya.
Biasanya sate kambing disajikan dengan kuah kecap yang berisi irisan bawang merah, cabai, dan beberapa diantaranya dengan lengkuas. Quesabirria (Meksiko) Jajanan kaki lima ini menjadi ciri khas Meksiko yang cukup populer. Perpaduan antara birria (semur daging tradisional Meksiko) dan quesedilla. Makanan ini terdiri dari tortilla besar dengan isian daging sapi dan keju leleh dalam porsi yang banyak.
Quesabirria biasa disajikan dengan kaldu, atau consome sebagai saus celup sehingga menjadi penambah cita rasa yang kuat. Taameya (Mesir)
Ilustrasi Pexels
Taameya atau dikenal sebagai versi asli falafel adalah jajanan Mesir yang seperti gorengan Timur Tengah dengan menggunakan kacang fava sebagai pengganti buncis. Meski asal pasti jajanan ini masih diperdebatkan, sebagian besar cendekiawan dan sejarawan sepakat bahwa taameya berakar dari masakan Mesir.
Teksturnya yang lebih ringan, lebih lembut, dan lebih lembap dari falafel menjadi hal yang disukai orang. Meski hidangan ini dapat disantap kapan saja, tetapi di Mesir gorengan ini sangat populer selama bulan Ramadhan.
(Eunike Michelle Gultom)




