Grid.ID - Aksi Dedi Mulyadi ingin atau diduga mau membuat konsep pelataran cinta menyita perhatian publik. Bahkan Gubernur Jawa Barat itu sampai ingin mengubah Jalan Tuparev jadi Kota Tua Karawang.
Usut punya usut, usulan Dedi Mulyadi ingin membuat konsep pelataran cinta dikemukakan ia saat acara sambutan perayaan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda Mahkota Binokasih di Alun-alun Karawang, Sabtu (9/5/2026) malam.
Di momen itu, mulanya Dedi memuji acara kirab budaya di Karawang kali ini adalah malam yang paling meriah. Pasalnya, banyak masyarajat yang datang untuk melihat kirab.
“Malam ini Karawang luar biasa ramai.
Tapi yang paling penting bukan hanya ramainya, melainkan isi dari kegiatan ini, yaitu mengembalikan rasa cinta dan kasih sayang.
Mustika Binokasih hadir di Karawang membawa semangat cinta dan sejarah panjang Tatar Sunda,” ujar Dedi Mulyadi dikutip Grid.ID dari Wartakotalive.com, Selasa (12/5/2026).
Lebih lanjut, Dedi juga menjabarkan perihal rencana penataan kawasan pusat kota Karawang bersama Pemerintah Kabupaten Karawang dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Yakni dengan membangun konsep mirip pelataran cinta dari kawasan stasiun hingga alun-alun Karawang.
Ia juga menyinggung soal kawasan Jalan Tuparev akan ditata menjadi kawasan kota tua Karawang dengan penataan kabel listrik bawah tanah serta penyeragaman tampilan bangunan pertokoan.
“Kita tata kotanya supaya menjadi kenangan cinta yang indah.
Bukan hanya kirab budaya, tapi bagaimana Karawang menjadi kota yang nyaman, bersih, dan memiliki identitas budaya,” imbuh Dedi Mulyadi.
Di akhir pidato sambutannya dan soal Dedi Mulyadi ingin atau diduga mau membuat konsep pelataran cinta, sang gubernur juga meminya maaf karena selama acara berlangsung hal itu menyebabkan kemacetan.
Kendati demikian, dilansir dari TribunJabar.id, Dedi mengapresiasi aparat keamanan serta masyarakat Karawang yang dinilai tetap kompak dan menjaga suasana tetap kondusif.
“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi langkah untuk menghadirkan masyarakat yang raharja, masyarakat yang sejahtera,” tandas. (*)
Artikel Asli




