Produk Tembakau Alternatif Ternyata Tingkatkan Fungsi Pernapasan, Ada Bukti Ilmiahnya

jpnn.com
2 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Produk tembakau alternatif seperti tembakau yang dipanaskan, rokok elektrik, hingga kantong nikotin, menawarkan opsi realistis bagi perokok dewasa untuk beralih. 

Prinsip tobacco harm reduction (THR) atau pengurangan bahaya tembakau menjadi kuncinya.

BACA JUGA: Gus Lilur Apresiasi Menkeu Purbaya Mendorong Transformasi Rokok Ilegal dan Percepatan KEK Tembakau Madura

Berbagai riset ilmiah membuktikan, beralih ke produk tembakau alternatif berdampak positif pada kualitas hidup konsumen, terutama bagi mereka yang sebelumnya merokok.

Sebuah kajian ilmiah internasional dalam jurnal The Lancet menunjukkan, beralih sepenuhnya dari rokok ke rokok elektronik selama 30 hari berpotensi memperbaiki fungsi pernapasan. Hasil serupa juga terlihat pada mereka yang berhenti merokok total.

BACA JUGA: Dorong Usaha Legal dan Berdaya Saing, Bea Cukai Beri Pendampingan Pelaku Industri Tembakau

Studi yang melibatkan 5.653 perokok dewasa di Amerika Serikat ini menunjukkan potensi manfaat kesehatan jangka pendek berupa perbaikan fungsi pernapasan dengan beralih sepenuhnya dari rokok ke rokok elektronik bagi para perokok dewasa.

Riset internasional bertajuk “E-Cigarette Use and Risk of Cardiovascular Disease: A Longitudinal Analysis of the PATH Study (2013-2019)” juga menemukan fakta menarik.

BACA JUGA: Riset Oxford Ungkap Tembakau Alternatif Jadi Solusi Efektif Berhenti Merokok

Pengguna rokok elektronik dalam jangka pendek dan menengah memiliki potensi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular) yang rendah, mirip dengan non-pengguna.

Bahkan, dibandingkan perokok, pengguna rokok elektronik dikaitkan dengan potensibpenurunan risiko penyakit kardiovaskular sebesar 30 persen hingga 40 persen.

Penelitian dari PATH Study (2013-2019) ini tidak menemukan perbedaan signifikan terkait risiko penyakit kardiovaskular konsumen rokok elektronik dengan non-perokok dan non-konsumen rokok elektronik.

Artinya, risiko penyakit bagi mereka yang beralih ke rokok elektronik hampir serupa dengan yang tidak merokok sama sekali.

Sementara itu, mantan Direktur WHO, Profesor Tikki Pangestu menyatakan penyebab utama penyakit akibat merokok adalah asap rokok, bukan nikotin. 

Produk tembakau alternatif dengan pendekatan THR menghilangkan proses pembakaran. Ini meminimalkan paparan zat berbahaya dibanding rokok konvensional yang menghasilkan ribuan senyawa berbahaya.

Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC) menyatakan nikotin tidak tergolong zat karsinogen.

Layanan Kesehatan Nasional Inggris (NHS) UK juga menyatakan nikotin tidak mengandung zat kimia beracun seperti tar dan tembakau.

Faktanya, zat kimia beracun dalam asap tembakau akibat pembakaran adalah penyebab hampir seluruh bahaya dari merokok. Nikotin, meskipun adiktif, tidak menyebabkan kanker, penyakit paru-paru, penyakit jantung, atau stroke.

"Kendati tidak sepenuhnya bebas risiko, risiko relatif dari produk bebas asap ini secara substansial lebih rendah dibandingkan risiko merokok," kata Prof. Tikki dalam artikelnya di Nature Health dikutip JPNN.com, Selasa (12/5).

Prof. Tikki menjelaskan, beberapa negara maju seperti Swedia, Jepang, Amerika Serikat, dan Selandia Baru, telah memaksimalkan penggunaan produk tembakau alternatif.

"Komunikasi yang jelas dan berbasis bukti, termasuk dari WHO, bahwa sebagian besar bahaya tembakau berasal dari asap, bukan nikotin, akan membantu pengambilan keputusan yang lebih tepat oleh para perokok," pungkas Prof. Tikki .(mcr8/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Tekan Angka Perokok, Pemerintah Disarankan Contek Inggris Lewat Tembakau Alternatif


Redaktur : Elfany Kurniawan
Reporter : Kenny Kurnia Putra


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
The 5th WWCE 2026 dan KULT KREO 2026 Jadi Ajang Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif Indonesia
• 10 jam lalutvonenews.com
thumb
Selundupkan Emas Rp700 Juta di Celana Dalam, WN India Diciduk Bea Cukai Soetta
• 18 jam laludisway.id
thumb
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Bongkar 50 Bangunan Liar di Bandung
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
Link Video Guru Bahasa Inggris vs Murid 6 Menit Masih Diburu, Netizen Soroti Baju Mirip ASN
• 12 jam laluharianfajar
thumb
KPK Pastikan Masih Kejar Harun Masiku
• 7 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.